Sore harinya, Ghibran tampak berdiri bersandar pada mobilnya di depan butik sang istri. Di tangannya tampak sebuah gawai keluaran terbaru dengan harga yang sangat fantastis. Dia memainkan gawai itu, menggulir ke atas dan ke bawah berulang kali. Entah apa yang sedang dilihat, tidak ada yang menarik sama sekali. Hanya sekadar mengisi kejenuhan karena terlalu lama menunggu sang istri keluar dari butik. Sudah hampir sepuluh menit Ghibran berdiri di sana. Namun, Yasmin tak kunjung menampakkan diri di depannya. Entah apa yang masih dikerjakan wanita itu, hingga membiarkannya menunggu lama. Ghibran menempelkan gawai itu ke telinga, setelah cukup merasa bosan dengan kegiatannya. "Kamu masih lama?" tanya Ghibran yang sudah dipastikan sedang berbicara dengan siapa. Ya, siapa lagi jika bukan

