Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, Ghibran tampak memarkirkan mobil pajero sport berwarna hitam di basement sebuah gedung pencakar langit—apartemen nomor satu di pusat kota. Dia dan Yasmin–istrinya–segera turun dari mobil. Lalu, membantu mengeluarkan barang-barang milik sang istri. “Ayo!” ajak Ghibran sambil memegang gagang koper berwarna hitam yang baru saja dia turunkan dari mobil. “Biar aku yang bawa.” Yasmin meraih koper itu dari tangan Ghibran karena merasa itu miliknya. “Enggak usah. Biar aku aja,” balas Ghibran tidak mau kalah. “Enggak usah. Biar aku aja. Ini, kan, koper milikku!” paksa Yasmin yang masih berusaha merebut koper itu dari tangan Ghibran. Ghibran menatap Yasmin lekat beberapa saat, dia kemudian menghela napas pendek sebelum kembali berucap. “Aku bilang

