Mobil Ghibran melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos jalanan yang tampak masih lengang. Entah ke mana perginya para pengendara lain. Beberapa menit lalu dia dan Yasmin telah sepakat untuk bertemu. Tidak ada tujuan lain. Dia hanya ingin memperbaiki mood-nya yang sedang berantakkan karena sang mantan kekasih. Selama ini, Yasmin memang telah menjadi moodbooster yang andal baginya. "Ck! Ternyata dia masih belum nyerah. Aargh!" Ghibran menggerutu saat melirik kaca spion mobil dan mendapati mobil Lily mengikutinya. Dia kemudian mengerang frustrasi sambil memukul setir mobil sedikit keras. Lily memang wanita yang sangat ambisius. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan rasa penasarannya membawa dia pada sebuah restoran tempat Yasmin berada. “Oh, ternyata

