Pukul 09.00 Angela duduk menghadap ke arah jendela. Matanya tertuju pada gerbang yang menjulang tinggi di luar sana. Di dalam bola mata indah Angela ada kerinduan dan keinginan yang begitu besar. Angela sudah berusaha membuka pintu balkon yang ada di kamar itu tapi usahanya begitu sia-sia karena pintu itu terkunci erat dan kuat. Angela ingin kembali bebas dan merasakan udara di luar sana dengan bebas tanpa hambatan jendela. Lama Angela berdiri di sana hingga matanya menangkap keberadaan Farrel di luar gerbang melihatnya dengan mata penuh kerinduan yang besar juga. "Aku rindu padamu," bisik Angela perlahan dengan air mata yang jatuh di pipinya. Satu tangan Angela menyentuh kaca jendela yang bening, di sana ia melihat Farrel yang juga melirik ke arah dirinya. Farrel terlihat kurus dengan

