"Tentu saja anakmu akan mendapat kasih sayang dan hak yang luar biasa," ujar Alvin bangga dengan rasa penuh percaya diri. "Kenapa? Jika kau menikah besok anakku pasti akan terbuang dan tak diacuhkan kalau begitu lebih baik aku pergi saja membawa anakku," keluh Angela sembari melepaskan pelukannya. Dengan wajah murung Angela melangkah menuju pintu ia hendak pergi ke kamar anaknya yang berada tepat di sebelah kamarnya tidur. Angela tidak ingin anaknya hidup menderita nantinya. "Eh," bingung dengan tingkah Angela yang seharusnya membujuk dirinya Alvin langsung berlari menahan Angela agar tidak lari dari hadapannya. "Lepaskan! Aku tidak mau disalahkan oleh anakku karena bertindak bodoh sekarang," tolak Angela berusaha menjauh dari jangkauan tangan Alvin. Angela saat ini tidak lagi memikirk

