Pagi ini Angela terbangun dengan rasa pusing yang masih menyerang kepalanya, ketika akan bangkit Angela merasa ada sebuah tangan yang memeluk perutnya dengan erat. Angela berusaha mengangkat Alvin untuk bangkit dan bisa menemui putranya. "Sudah bangun Sayang?" sapa Alvin dengan suara penuh kelembutan yang lebih mengarah pada pertanyaan itu. "Mana anakku?" tanya Angela tak sabaran, Angela menatap Alvin dengan wajah memelas yang membuat siapapun akan mengiba. Angela saat ini hanya ingin melihat anaknya, darah dagingnya yang ia kandung selama puluhan bahkan ratusan hari itu. Angela sungguh ingin memeluk bocah itu bukan sebagai Tante seperti biasa tapi Angela ingin memeluk anak itu sebagai ibunya orang yang melahirkan dia dan mengandungnya selama sembilan bulan. "Dia masih tidur," ujar Alv

