Angela menangis sesenggukan, air matanya tak bisa berhenti mengalir sedari tadi, ia berharap Alvin membukakan pintu dan membiarkannya memeluk anak yang selama ini dianggapnya telah mati. Angela kembali menjadi Angela yang rapih, Angela yang cengeng dan Angela begitu lemah menghadapi dunia yang begitu kejam dan keras. 'Aku mohon buka pintunya! Aku ingin bertemu dengan anakku!' bisik Angela di dalam hati. Matanya terus menatap ke pintu dengan penuh harap. Kerinduan, kesedihan, dan juga kebahagiaan tercampur di dalam mata Angela. Bagaimana tidak? Bayi yang selama sembilan bulan ada di dalam rahimnya yang ia bawa kemanapun ia pergi tiba-tiba saja menghilang saat dia bangun. Ceklek Bunyi pintu yang terbuka membuat Angela berharap sekaligus cemas, ia berharap bisa bertemu putranya dan ia c

