Hembusan nafas Alvin membuat bulu kuduk Angela berdiri, dia berusaha untuk menikmati semua dengan mengabaikan keberadaan Alvin. Tapi bagaimana bisa ia mengabaikan keberadaan Alvin jika Alvin terus-menerus membuatnya menjawab pertanyaan yang dilontarkannya. "Kau hanya boleh mendesahkan namaku, kau hanya boleh meneriakkan namaku dan kau hanya bisa," ucapan Alvin tak berlanjut saat ia mulai bergerak di dalam tubuh Angela perlahan. Kali ini Alvin bermain lembut dan tak menyakiti Angela sedikit pun seperti biasa yang dilakukannya. Alvin memerhatikan raut wajah Angela yang nampak menikmati permainan mereka kali ini. Lembut dan mantap itulah gerakan yang dilakukan Alvin sembari terus memerhatikan raut wajah Angela yang manis dan semakin cantik. "Kau suka?" tanya Alvin dengan nakal sesekali i

