Namun rasa canggung dan malu menyeruak dalam hati Angela hingga dia tidak bergerak untuk mendekat ke arah orang-orang itu. Bagaimana mungkin dia bisa berlari ke arah orang yang baru saja ia ketahui ini. "Mungkin Angela masih malu dan canggung," ujar kakeknya sembari tersenyum penuh pengertian. "A-a-aku akan belajar menerima kalian semua," bisik Angela lembut sembari meremas tangannya erat. "Bagaimana kalau sementara kau ikut dengan kami agar kita bisa mempererat tali yang sempat putus dan renggang ini?" usul Paman tertua Angela dengan senyuman. "Itu ide yang bagus! Bagaimana Angela apa kau mau ikut bersama Kakek?" tanya pria itu penuh semangat. Wajahnya berseri-seri dengan senyuman lembut penuh cinta dan kasih sayang. Angela nampak bimbang sebelum dengan ragu menjawab, "Aku baru saj

