39

604 Kata

"Angela bangun!" panggil Alvin dengan kekhawatiran yang berlebihan. Alvin terus mengguncang tubuh Angela bahkan dengan kekuatan yang semakin besar setiap kali dia tidak berhasil membuat Angela bangun. "Anakku! Tidak," teriak Angela keras sebelum terjaga dan langsung terduduk. Angela yang terbangun buru-buru menghapus air matanya dan melihat kiri serta kanannya berharap bisa melihat anaknya di dalam ruangan itu. Alvin yang melihat Angela telah bangun langsung memeluknya erat, Angela semakin menangis dengan keras saat merasakan pelukan Alvin. Angela seperti kehilangan kewarasan yang dimilikinya jika telah menyangkut urusan anaknya yang masih bayi itu. Angela sedih karena sedikit pun dia tidak bisa melihat wajah putra yang dikandungnya, yang ia pertaruhkan nyawa untuk menghadirkan bayi itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN