62

626 Kata

Mona menggelengkan kepalanya berharap sang ayah terus melaju dan meninggalkan dirinya begitu saja. Mona merasakan takut sekarang, takut jika ayahnya ikut meninggal maka siapa yang bisa membalaskan dendamnya. Mona terus menggelengkan kepalanya tak kala melihat ayahnya berhenti meski belum keluar. "Bos biarkan salah satu dari kita yang turun untuk memeriksa," takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan salah satu anak buahnya memohon dengan wajah memelas. "Baiklah, kau periksa apa memang ada jebakan atau tidak?" Ayah Mona menurunkan salah satu anak buahnya. Pria itu berjalan pelan dengan keringat dingin yang mengucur di pelipisnya satu-persatu. Dia melihat kiri dan kanan dengan seksama memerhatikan adakah jebakan atau tidak yang akan dihadapinya. "Nona," teriak pria itu senang ketika t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN