Kembali ke tempat Angela berada. "Farrel," panggil Angela lirih tak kala penantiannya membuahkan hasil. Bak mendapat angin segar di tengah terpaan panas yang mendera dan membalik tubuhnya di antara gurun pasir yang panas. Di ujung sana, di balik gerbang yang menjulang tinggi Farrel berdiri sembari membawa seikat bunga kesukaan Angela. Di bibir Farrel tersungging senyuman kecil yang berhasil menciptakan senyuman juga di bibir Angela yang telah kehilangan rona merah manjanya. Mata mereka saling beradu menampakan kerinduan yang dipendam masing-masing hati yang kesepian dipenuhi lara dan gundah gulana. "Aku datang," ujar Farrel pelan meski tidak sampai ke telinga Angela. Farrel bisa melihat kebahagiaan terpancar dari mata Angela saat melihat kedatangan dirinya di sana. Farrel berharap uc

