Mona menangis histeris setelah di perkosa habis-habisan oleh ke-empat pria tadi. Dia duduk di sudut ruangan sembari meremas rambutnya frustasi. "b******k! Kalian lihat saja setelah Alvin mengetahui tentang keberadaanku kalian semua akan habis. Aku yakin, dia tidak akan membiarkan diriku menderita seperti ini," teriak Mona dengan keras sembari menampilkan raut wajah sanggar. Tubuh Mona sudah tidak lagi memiliki apapun untuk menutupi kulitnya yang dipenuhi bercak merah dan ungu bekas kegiatan mereka tadi. Di lantai kamar itu berserakan potongan-potongan kecil pakaian Mona yang telah disobek oleh ke-empat pria tadi. "Dia masih bermimpi! Bunga lusuh dari keluarga tamak seperti kalian mungkinkah Tuan akan menyanjungnya? Benar-benar bermimpi terlalu tinggi!" tandas pria kurus di antara banya

