perkelahian by one

1146 Kata

Hanya untuk kepentingan jabatan, Ayah Edgar rela mengorbankan putra satu-satunya. "Pekan depan kalian harus tunangan." perintah Ayahnya, final. Edgar mengeluarkan senyum devilnya, tak pernah takut dengan Ayahnya. "No. Edgar sudah menikah," jawabnya santai. "Jangan main-main kamu," suara Ayahnya, dengan menahan marah. Edgar cuek, ia tak menanggapinya. Lalu terdengar nada singkat ponsel Ayahnya. Edgar dengan senyum liciknya Edgar berkata. "Bukalah, Papa akan tahu kebenarannya," ucap Edgar, memerintah. Edgar mungkin kalah umur, usia belum genap 19 tahun, namun masalah financialnya, Ayahnya tak tahu jika Edgar keturunan dari pewaris kaya, sebab setahu Ayahnya, Mama Edgar anak dari teman Ayahnya, yang ternyata adalah anak angkat. Mama Edgar sendiri waktu kecil hilang, dan di angkat sepas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN