Raisya menatap gadis kecil yang usianya lima tahun itu. Ia belum sekolah sebab terlambat bicara dan takut bertemu banyak orang. Raisya menurunkan Rengga, "Hai cantik, siapa namamu?" sapa Raisya, "Mommy," gumamnya. Frezza menyentuh pipi Raisya lembut, dokter muda yang baru menyelesaikan magisternya, di London. Usianya 27 tahun, belum menikah. Kalah sama Edgar adiknya. "Frezza sama Daddy, yok," ajak Ayahnya, Frezza menggeleng, ia minta di peluk Raisya. "Mommy," panggilnya sekali lagi. Raisya tak marah dengan balita itu, ia nampak menyayanginya. "Namanya siapa, Sayang?" tanya Raisya, "Frezza," jawab Gio, sang ayah. "Frezza ikut dokter Sesil dulu," perintahnya. Sebab dokter Sesil adalah dokter spesialis psikolog anak yang menanganinya, Namun Frezza tak mau, ia malah erat memeluk Rai

