1. Jatuh Cinta Hanya dengan Sepuluh Detik
Nama Kayla Adisti, umur 14 tahun. Gadis cantik berkulit putih seperti mamanya, berambut hitam panjang, sangat ceria dan pandai mengambil hati lawan bicaranya.
Kini dia duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama semester dua. Kecantikan Adisti membuat iri banyak teman ceweknya karena banyak teman cowok yang mengejarnya. Namun Adisti selalu acuh karena bagi dia tak ada yang menarik sama sekali.
Dia Kevin Sadewa, teman sekaligus tetangga Kayla, satu-satunya teman cowok yang berhasil mengajaknya bicara, jelas karena mereka sudah berteman sejak balita.
Mamanya Elena adalah wanita asal Belanda yang cinta mati dengan papanya Hardian Santoso. Cintanya membuat Elena meninggalkan negara asalnya dan datang ke Indonesia. Namun, sayang pengorbanannya yang begitu besar tidak membuat keluarga pria yang ia cintai merestui hubungannya. Parahnya sang suami menyerah dan menceraikannya saat putri mereka berumur tiga tahun.
Elena Beatrix bukanlah wanita yang lemah. Kepiawaiannya dalam mendesign membuatnya menjadi frelancher yang mendapat pengahasilan berjuta-juta hanya dengan diam di rumah.
Sampai saat ini dia menutup hatinya, untuk semua lelaki, hingga seorang pengusaha muda yang dermawan Arsen Damaresh berhasil mengetuk pintu hatinya. Arsen Damaresh memiliki banyak usaha di berbagai sektor, perhotelan,periklanan dan property.
Kegiatan sosialnya pun tak terkira, banyak uang yang dia sumbangkan untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Dia juga memiliki pantai asuhan untuk menampung anak-anak yang kurang beruntung.
******
Hari libur pertamanya di semester satu ini, Kayla menerima ajakan Kevin untuk lari pagi. Teman sekaligus tetangganya yang satu ini memang paling tidak bisa diam di rumah.Setelah berlari selama lima belas menit dan hanya menunggu Kayla yang sangat lambat Kevin mempunyai ide untuk membuat temannya lebih bersemangat.
"Ayo kejar aku," teriak Kevin lalu berlari dengan cepat.
Kayla yang awalnya hanya berlari pelan menambah kecepatannya dan berusaha berlari mengejar Kevin. Namun, jaraknya dengan Kevin semakin terpaut jauh. Hingga dia terus fokus berlari tanpa melihat kanan kiri dan tiba di jalan raya.
Siiiiiittttttt...
Suara rem mobil melengking tajam, Kayla hampir saja tertabrak. Tubuhnya yang kelelahan sekaligus terkejut membuatnya pingsan dan tergeletak di jalan raya.
Seorang pria keluar dari mobil, terkejut, dia tidak merasa menabrak gadis itu tetapi gadis itu tergeletak begitu saja di depan mobilnya.
"Bangun," ucap pria itu ada nada khawatir dalam suaranya sambil menggerakkan tubuh Kayla.
Kayla masih saja diam tak memberikan respon sama sekali. Kemudian pria itu ingin menggendong Kayla masuk ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.
Namun, Kayla sadar samar dia melihat wajah pria yang sedang menepuk-nepuk pipinya. Dia membuka mata menatap wajah pria yang berada di atasnya.
Baru pertama aku melihat pria setampan ini, batin Kayla.
"Kamu baik-baik sajakan?" tanya lelaki itu lembut.
Kayla bengong, terpesona dengan pria tampan yang mengajaknya bicara.
Kayla lalu duduk dan menatap pria di depannya lebih dekat. Kemudian mengangguk.
Apa dia malaikat, dia sungguh tampan dan baru pertama aku melihat pria setampan ini.
"Ayo kita ke rumah sakit," ajak pria itu.
Kayla menggelengkan kepala, dan masih menatap pria di depannya dengan seksama.
"Antar aku ke sana," tunjuk Kayla ke arah Kevin berlari.
"Kamu tidak mau ke rumah sakit dulu?" tanya pria itu penuh perhatian.
"Tidak perlu," jawab Kayla malu seraya mencuri pandang ke arah pria yang membuat dia jatuh hati hanya dengan waktu sepuluh detik saja.
"Baiklah, aku akan mengantarmu," kata lelaki itu sambil membantu Kayla berdiri.
Dia membuka pintu depan, lalu Kayla masuk ke dalam mobilnya. Mobil Lamborghini warna hitam keluaran terbaru hanya orang-orang kaya yang dapat membelinya.
Dengan sigap lelaki itu memasang sabuk pengaman untuk Kayla, dan tidak sengaja menyentuh daerah sensitiv di d**a Kayla.
"Maaf," ucap lelaki itu lalu nyengir merasa bersalah untuk kedua kalinya.
"Tak apa," jawab Kayla bersemu malu.
Pria mengemudikan mobilnya ke arah yang ditunjuk Kayla, sesekali melirik gadis yang duduk di sampingnya yang sedang senyum-senyum sendiri entah apa yang di pikirkannya . Anak yang manis pikir lelaki itu.
"Sampai sini saja," pinta Kayla melihat Kevin yang ada di depannya.
"Ok," jawab pria itu lalu turun dari mobil dan membuka pintu untuk Kayla.
Kayla turun dari mobil, dan kembali bertatap muka dengan pria itu, bau parfume maskulin tercium sampai ke hidung Kayla membuat Kayla enggan harus segera pergi.
"Terima kasih," kata Kayla.
"Sama-sama," jawab lelaki itu lalu memperhatikan punggung gadis manis yang berjalan menjauhinya.
******
Setelah dua tahun menjalin hubungan dengan Arsen, Elena berniat mengenalkan Arsen pada putrinya malam ini.
Libur pertama setelah semester 1 berlalu, putrinya itu hanya diam di kamar membaca buku atau menonton film setelah tadi, lari pagi bersama temannya.
"Kayla," panggil Elena.
"Iya Ma," sahut Kayla.
"Bantu mama, sayang," pinta Elena.
"Okay, Ma," Kayla beranjak dari kamar tempat ternyaman baginya, lalu berlari kecil ke dapur.
Kayla menatap mamanya. Ruangan dapur yang biasanya bersih karena mamanya lebih suka makanan delivery kini kotor, berantakan banyak sekali bahan makanan yang ada di atas meja.
"Apa ini, Ma?" tanya Kayla keheranan.
"Bantu Mama," pinta Elena.
"Apa yang bisa aku bantu?"
"Cuci piringnya!" pinta Elena.
Kayla menurut, mencuci piring dengan bersenandung, agar pekerjaan yang tidak sukai ini segera selesai. Dia benar-benar ingin tahu apa yang membuat mamanya memasak.
"Adakah yang special hari ini, Ma?" tanya Kayla.
"Nanti ada orang yang ingin datang ke mari," jawab Mamanya ceria.
"Siapa?" tanya Kayla penasaran. Tamu satu-satunya yang sering berkunjung adalah Bu Widia, tetangga sebelah mamanya Kevin.
"Nanti kamu juga, tahu," jawab mamanya tersipu malu.
"Aku tahu," teriak Kayla bersemangat.
"Siapa?" tanya mamanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"Orang yang sering video call sama Mama kan?" tebak Kayla.
"Kasih tahu ga, ya," sahut mamanya menggoda.
"Pasti iya kan! Soalnya Mama sering senyum-senyum sendiri kalau lihat layar hape," canda Kayla.
Mamanya hanya tersenyum dan sibuk dengan sayur asem yang dia masak. Dia bukanlah orang pintar masak, kalau pun masak pastilah hidangan yang sederhana.
"Kenapa Mama ga pesan makanan saja," tanya Kayla.
"Orang yang nanti akan datang, ingin mencoba masakan buatan mama," jawab Elena bersemangat.
"Jadi penasaran aku," sahut Kayla datar.
Kayla mulai menata meja makan, sayur asem, ayam goreng, tumis buncis tempe, krupuk, sambel dan buah sudah tertata rapi di meja makan minimalis yang satu ruangan dengan dapur.
"Kay, mama mandi dulu, ya,"
"Iya Ma," jawab Kayla.
Kayla melihat ke arah jam dinding masih ada waktu satu jam sebelum tamu mamanya datang. Dia bersantai menonton acara TV. Setengah jam kemudian mamanya keluar dari kamar.
"Waooow," ucap Kayla terkejut melihat penampilan mamanya.
Kulitnya yang putih sangat serasi dengan dress warna maroon, rambut pirangnya tergerai alami, sedikit riasan sudah membuatnya terlihat menawan.
Ting ... Tong ...
Suara bel berbunyi lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Mamanya berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Seorang pria gagah, tinggi, tampan memakai pakaian yang elegan masuk ke dalam rumah.
"Kayla, kenalkan ini Om Arsen," ucap Mama.
Kayla bengong.
Astaga, bukankah ini pria tampan yang tadi menolongku?? Pria yang membuatku jatuh hati hanya dengan waktu sepuluh detik!! Batin Kayla.
Bersambung