Anne yang tertidur sepanjang perjalanan, dalam tidak sadarnya ia menyebut nama Luke. Bahkan dalam tidurnya, Anne tidak sadar menangis. Mungkin karena kehamilannyalah yang membuat Anne menjadi bersikap sentimental. Pria yang duduk di samping Anne merasa kasihan melihatnya. Ia tidak mengetahui, apa yang sudah dilalui oleh wanita yang duduk di sebelahnya ini. Ia akan membantu wanita ini, begitu ia bangun dari tidurnya akan ditanyakannya apa yang terjadi kepada wanita ini. Anne membuka matanya perlahan, dipalingkannya wajahnya ke arah kaca jendela kereta, seraya menghapus air matanya. Ia merasa malu, karena dalam tidurnya menangis. Ia mendengar suara deheman dari pria yang duduk di sebelahnya, “Maafkan saya, Miss!. Bukannya saya mau ikut campur dengan urusanmu. Hanya saja, saya tadi melihat

