? ~unhappy~ "Etha..." Eru membuka pintu balkon ruangan kantor Syuman. Berlari menuju pembatas balkon. Masih terdengar tangisan Etha yang melengking. Sebagai ibu tentu saja Dee tak terima anaknya menderita seperti itu. "Om! Lepasin Etha, Om!" kejar Dee. "Stop Dee!" Kembali Eru mengacungkan pistolnya. Kali ini tampaknya Eru tak main-main. Gurat serius terlukis di wajahnya. Rahangnya mengetat. "Bang! Cukup Bang, balikin Etha. Gue mohon," Arres meringis menahan kesakitannya. Eru menggeleng,"Dasar lemah!" Eru mengacungkan pistolnya beralih ke arah Arres. Baru saja Eru mau menarik pelatuknya, seseorang mengangkat tangan Eru hingga pistol itu terangkat dan lepas dari genggamannya. "Darrel?!" pekik Dee senang. Mata Eru terbelalak,"Kau--" "Apa? Kaget aku selamat?" tanya Darrel. Darre

