? ~happy surprised~ Plok. Plok. Plok. Tepukan tangan itu mengejutkan keduanya. "Mencoba menikamku dari belakang?" Eru merasa berada di waktu dan tempat yang salah. Harusnya hari ini Syuman tak datang kemari. Kenapa bisa? Eru mengusap wajahnya. "Eru, I heard all..." Eru diam berpikir mencari jalan keluar yang bisa menyelamatkan dirinya dan Arres. Bagaimana pun tak mungkin ia membiarkan Arres ikut terkena getahnya. "Bayi siapa itu?" Syuman menilik bayi yang berada dalam gendongan Arres. "Anakku," jawab Arres cepat. "Oya?" Syuman masih memperhatikan. "Tentu saja," Syuman menggedik, atensinya kembali mengarah pada Eru. Urusannya hanya dengan Eru sedang Arres, walau pun Arres pernah menjadi pujaan Jennie, dia sama sekali tak ada kaitannya. Saat ini emosi tengah menggelegak di

