? ~happy honest~ "Berkasnya baru masuk, tapi yaa kita dituntut untuk kerjasama bukan? Pokoknya Om tenang aja, April bantu kok secara profesional. Lagian, Juna emang nggak bersalah. Tapi tetap kita harus melalui segala prosedur tersebut," kata April. Ananta dan Damanik mengangguk-angguk. Begitu melihat Juna dan Dee, April segera berpamitan. Sepertinya tak mau berlama-lama menyaksikan kemesraan dua insan itu. "Pokoknya kamu ikutin prosedurnya. Papa harus pulang, Dee nggak mungkin ninggalin Care lama-lama." Juna mengangguk,"Iya Pa." "Kamu jangan mikir yang nggak-nggak ya, nanti aku telpon, pengen liat Etha." Juna menyentuh pipi Dee dan disambut anggukan istrinya. Berpisah dalam keadaan yang tak menentu, Dee hanya bisa berharap suaminya segera bebas. Tak disadari matanya sudah berkac

