? ~happy solution~ Dee digiring masuk ke sebuah flat studio. Dee tidak mengenal daerahnya. Dia menyesali kecerobohannya tadi karena sempat tertidur. Orang itu membawa tas perlengkapan Etha. "Istirahatlah," begitu kata si penculik. Dee waspada, karena lelaki itu tak beranjak juga dari sana. Ia malah terlihat santai dan hal yang membuat Dee kesal, ia masih memakai topeng kainnya itu. "Siapa kamu sebenernya? Kamu mau apa? Uang?" "Wani piro?" tanyanya seraya terkekeh. Dee mengernyit, tawanya mengingatkannya pada seseorang. "Aku mau semuanya, gimana?" "Ya berapa?!" Dee membentaknya. Orang itu menggendikkan bahunya. "Perusahaan Damanik beserta aset dan.... Kamu," Dee membelalak. Penculik gila! "Jangan serakah bung!" Dia tertawa terbahak, Dee malah semakin familiar dengan ta

