Karin berdiri termenung di balkon kayu Rumah Besar. Bola matanya menatap sendu pemandangan malam Traumwelt yang terbentang di hadapannya. Pikirannya melayang-layang entah kemana. Ia melirik sejenak pada buku tebal bersampul kecokelatan yang ada dalam genggamannya saat ini. Entah kenapa, ada rasa benci yang bergemuruh dalam dadanya ketika menatap buku ini. Karin memejamkan mata sejenak, kemudian menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Pandangannya kemudian kembali beralih pada pemandangan peradaban Traumwelt yang tampak sudah jauh lebih tenang di banding yang terakhir kali ia lihat. Ya, sepertinya perjalanannya kemarin tidak begitu sia-sia. Para hantu benar-benar menepati janji mereka untuk tidak mendatangi dan mengganggu penduduk Traumwelt lagi. Bahkan saat ini sudah ada beberapa an

