“Karena Nenekmu inilah sang Elenktés yang sebenarnya.” “Apa?!” seru Karin, Lizy, Denis dan Koi bersamaan. Mereka bahkan sampai berdiri dari kursi, menatap nenek Karin dengan bola mata yang melebar sempurna. “Ti-tidak mungkin!” seru Karin tak percaya. “Bagaimana bisa ... dan kenapa Nenek tiba-tiba jadi ikut terseret kesini? Sebenarnya ada apa ini?!” Sua dan Sia bangkit berdiri dari kursinya, mempersilahkan nenek Karin untuk duduk. Beliau tampak menghela napas halus sambil terus menatap cucunya itu begitu dalam nan teduh. Tapi kini Karin jadi merasa kalau sorot mata itu seperti menyimpan banyak rahasia besar yang ditutupi darinya selama ini. “Akan Nenek ceritakan semuanya padamu. Dengarkan baik-baik,” ucap nenek Karin, terlihat begitu serius. Karin sebenarnya ingin terus protes padanya,

