LUKAS AND LUISS
Penantian selama kehamilan pun ahirnya terbayar meskipun anisa sangat lemah dan melahairkan dengan kondisi kandungan yang premature yaitu 8 bulan dan sebab anisa memiliki ukuran pinggul yang kecil karena usianya yang belum seharusnya mengandung harus memilih cara melahirkan secara Cesar, sungguh perjuangan yang tidak mudah. Selain itu anisa harus menerima kenyataan jika salah satu bayinya mengalami ketidak sempurnaan yaitu lemah, pada katub jantung sang bayi, meakipun demikian dokter mengatakan bahwa bayinya akan baik dan akan tetap tumbuh namun harus dengan pengawasan yang ketat dari pihak medis, dan sedangkan kembaran si bayi yang lain tidak mengalami hal serupa dia sehat Dan kuat layaknya bayi yang lain. Di sini lah anisa sekarang berada tepat di depan kaca incubator yang menjadi tempat kedua anaknya tidur dan memberi nama anaknya Lukas dan Luiss, jika Lukas terlahir sehat dan kuat maka Luiss terlahir 5 menit setelah Lukas, maka Lukas akan menjadi penguat untuk adiknya yang lemah yaitu Luiss.
Dan Anisa berjanji akan sepenuhnya menyayangi mereka dan melimpahkan cinta kasihnya pada kedua putranya serta menjaga sekaligus tidak akan membiarkan anaknya dalam bahaya. Air mata anisa pun pada ahirnya membasahi pipi melihat Luiss yang begitu banyak alat terpasang di tubuh mumgilnya sedangkan Lukas terus mengengam erat tangan Luiss memberinya kekuatan untuk hidup. Melihat kedua wajah identik bayinya yang sangat mirip satu sama lain mengingat kan anisa kembali pada seseorang yang bernama Nicolas yang dimana pria itulah yang mengakibatkan semuanya ini terjadi, bahkan wajah Lukas dan Luiss tidak ada sedikit pun mirip dengannya, ya...wajah kedanya justru mirip dengen pria itu Nicholas, hidungnya,matanya, mulutnya Karena anisa masih dengan sangat jelas mengingat wajah Nicolas yang memamg adalah ayah dari bayi kembar identiknya Lukas Dan Luiss.
.................***********................
6 Tahun kemudian .....
"Maaf nyonya atas apa yang terjadi.., ini memanglah kelalaian kami sebagai guru".
"Yah aku mengerti tapi memang tidak seharusnya Lukas memukul anak tadi, terima kasih bu telah menjaga Lukas Dan Luiss".
Wanita yang kini usinaya sudah menginjak 23 tahun namun sudah memiliki anak yang bersekolah dasar dimana di usia tersebut seharusnya baru dalam tahap jenjang pernikahan, Anisa mungkin kerap kali di cap murahan oleh sebagian dari wali murid dimana anaknya bersekolah karena selain muda dia juga tidak memilki suami, akan tetapi anisa sama sekali tidak menghiraukan pandanagan orang terhadapnya, yang terpenting dalam hidupnya kini adalah kedua putranya. Entah ini sudah pangilan ke berapa kalinya dimana Lukas selalu berbuat ulah dan alasan Lukas selalu untuk melindungi saudara kembarnya Luiss dim a na tadi Lukas bercerita pada anisa jika ada anak yang memggangu Luiss Dan Lukas tidak menyukainya maka dari itulah perkelahian antara anak-anak itu terjadi.
"Mama menyuruhku melindungi Luiss kan.., itu sudah ku lakukan jadi kenapa mama marah kepadaku ?"
"Mama ga marah sayang ...,tapi lebih baik kamu tidak memukul teman mu tadi yang menggangu Luiss, Cukup tinggalkan saja mereka kalian mengerti ?".
Kemudian baik Lukas Dan Luiss mengangguk kan kepala tanda bahwa mereka paham dengan perkataan mama mereka sedangan anisa langsung memeluk keduanya erat dan Penuh sayang, Anisa memang di paksa bertindak dengan pemikiran yang jauh lebih dewasa atas keadaan. Namun dari situ anisa belajar menjadi orang tua yang baik meskipun peran ayah selalu di gantikan oleh kedua kakaknya Alan Dan Alkas untuk memastikan jika kedua putranya dapat merasakan kasih sayang yang lengkap.
Sesampainya di café di mana berjalannya bisnis Alkas yang selama 6 tahun terahir sangatlah menjanjikan. Café yang berlambang kura-kura bertopi yang sering di sebut turtle café itu begitu laris pengunjung dan telah banyak membuka cabang yang tersebar luas di America dan sekitarnya termasuk di Washington sendiri. Anisa masih sempat mengunjungi dan membantu kakaknya Alkas untuk menjalankan bisnis tersebut di kesibukan anisa yang juga memilih untuk meneruskan investasi jual beli berliant setelah dirinya selesai bekuliah, meskipun disibukkan menjadi orang tua tunggal merawat dan membesarkan kedua putranya anisa tidak pernah putus asa untuk bisa menyelesaikan kuliahnya, beruntung Anisa memiliki ibu seperti Eliyana yang juga ikut membantunya merawat Lukas dan Luiss.
Alan pun masih di sibuk kan dengan bisnis yang di jalankan oleh almarhum ayahnya yaitu memproduksi persenjatasn yang kini sudah bergabung dengan Army sebagai pemasok sekaligus penyalur sehingga lebih terjamin Dan sudah mulai meninggal kan lembah kegelapan. Namun Alan juga Masih sering bepergian untuk bisnisnya itu.
............
Malam hari, kamar Lukas dan Luiss ....
Anisa merasa sangat tenang dan hatinya menghangat melihat wajah kedua putranya tertidur pulas setelah dirinya membacakan dongeng sebelum tidur, kemudian mengusap sayang pucuk kepala keduanya bergantian dan kecupan manis tidak ketinggalan di pipi keduanya, kedua putra nya itu memang kembar identik sehingga wajah mereka sangatlah mirip tanpa cela sedikitpun, namun setelah dewasa tampak sifat yang sangat berbeda dari keduanya Lukas sangat aktif,pemberani, sangat keras kepala dan sangat tidak menyukai jika keinginannya di tentang, dia pun juga seenaknya sendiri, tidak suka menanggis tapi sangat bertanggung jawab untuk menjaga adiknya Luiss. Mungkin sifatnya itu menurun dari sang ayah biologisnya Nicolas, Anisa meringis kala mengingat nama tersebut, sesangkan Luiss lebih dominan diam tapi sangat cerewet dan mulutnya kadang-kadang sangat pedas jika menegatai seseorang yang tidak di sukainya,lebih suka memghabiskan waktunya untuk membaca buku,mungkin juga itu karena dokter tidak menyarankan Luiss untuk bermain aktif seperti anak-anak sebayanya karena kondisi lemah jantung yang di idapnya dari lahir, suka menonton kartun Dan lebih suka meredakan amarah Lukas jika Lukas sedang marah. Dan Anisa sangat bersyukur karena baik Lukas dan Luiss benar-benar saling melengkapi dan tidak pernah terjadi pertengkaran dari keduanya malah mereka saling melindungi satu sama lain.