Takdir yang rumit

1278 Kata
TAKDIR YANG RUMIT Deru nafas Alan dan Anisa yang terengah engah, Alan membopong tubuh keponakannya, Luiss yang tidak sadarakan diri di gendongan Alan kemudian merebahkannya pada ranjang pesakitan di rumah sakit sedangkan air mata Anisa tidak mau berhenti kala mendapati putranya yang tiba-tiba meringis kesakitan karena Lukas lupa dan tidak sengaja mengagetkan Luiss saat bermain tadi. Anisa tau jika ini bukan lah kesalahan dari Lukas, Karena memang Luiss adalah salah satu anak yang sepesial di mana kondisi jantungnya lah yang membuat Luiss harus memiliki ekstra pengawasaan dan berujung seperti ini sedangkan anisa tau betul jika anak kecil yang seusia mereka ini memang masa-masanya bermain namun untuk Luiss memang tidak bisa untuk barmain dengan permainan yang berat ataupun samapai memgagetkannya karena bisa berakibat fatal bagi keadaan jantung Luiss. Lukas yang merasa bersalah pun juga terus menanggis di samping mamanya yang terus menggengam erat tangan Lukas. Mereka kini menunggu Luiss tepet di ruang IGD rumah sakit tersebut menunggui doctor yang memeriksa kondisi Luiss, menunggu dan memastikan jika Luiss akan dalam kondisi baik-baik saja. "Ma...maafkan Lukas ma hiks..hiks...Lukas salah karena sudah mengagetkan Luiss saat main petak umpet ..maaf ma ..maafkan Lukas hikss..hiks ..". Ocehan Lukas pada Anisa yang hanya di tatapi Anisa oleh linangam air mata sekaligus memeluk putranya Lukas erat. "Lukas mama ga marah sama kamu sayang kita tau kamu tidak salah, Luiss nanti pasti akan baik lagi sini paman gedong". Kemudian Alan mengendong Lukas sambil menyeka air mata yang sampai sekarang masih berlinag, keponakannya itu tidak mau berhenti menangis. Selang beberapa menit Eliyana dan Alkas tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi keadaan Luiss. Setetelah hampir satu jaman lebih ahirnya dokter yang berparas cantik dan masih muda bernama Dr.Manuella yang memang secara khusus menagani kaondisi Luiss itu ahirnya keluar bersama ranjang pesakitan yang di dorong oleh para perawat untuk di bawa di kamar inap, Alan dengan segera langsung menghampiri Dr.Manuella untuk menanyakan kondisi keponakannya. "Bagaimana kondisi Luiss Dok ?". "Kondisinya untuk sejauh ini cukup lumayan baik,tapi saya belum bisa sepenuhnya memastikan kondisinya sebelum melihat hasil ronsen dari jantung Luiss, saat ini masih belum bisa di lakukan tindakan karena kondisinya sangat lemah, jadi diharuskan untuk dirawat di sini sampai memungkinkan baru kami boleh memulangkannya, saya akan melakuakan yang terbaik. Dan boleh saya minta nyonya anisa dan Tuan Alan ke ruangan saya nanti...". "Baik dok nanti kami akan ke ruangan dokter". Jawab Alan segera sambil pandangannya terus tertuju pada Anisa dan Lukas yang masih sedikit terisak atas kejadian yang baru saja terjadi. Kemudian suasana hening setelah Dr.manuella pergi meninggalkan keluaraga dari pasien ciliknya Luiss. Setelah beberapa jam ahirnya baik Alan Dan Anisa ke ruangan Dr.Manuella setelah semua hasil tes Luiss selesai di lakukan dan tanpa canggung lagi setelah berada di ruangan itu ke tiganya tidak menggunakan bahasa formal karena memang sudah saling menggenal lama semenjak menangani Luiss. "Kak Al...kak nisa kondisi Luiss harus segera di oprasi secepatnya, jantungnya sudah mengalami pembengkakan 1 cm dan untuk usia Luiss itu sangat berbahaya dan jika pembuluh darah pada area katub ikut membengkak maka sangat berpengaruh untuk jatung dan sirkulasi darahnya kemungkinan darah sangat sulit di pompa oleh jatung dan akan terjadi penyumbatan dan berujung pada kematian". Anisa sangat shok dengan apa yang di dengarnya, dirinya tidak akan sanggup jika harus kehilangan Luiss secepat itu jika sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi, kenapa takdir yang begitu rumit ini harus terjadi, dimana takdir itu tidak memihak anaknya yang harus merasakan sakit jatung di usianya yang terbilang sangat lah muda, numun di sisi lain anisa tetap meyakini bahwa anaknya pasti bisa melewatinya dengan baik dan akan segera normal, dan semoga Tuhan selalu melindungi putranya sekaligus selalu memberikan keajaiban untuk putranya Luiss. "Lalu tindakan oprasi apa el.. yang ingin kamu lakukan jika samapai saat ini kondisi Luiss sangat lemah ?". Tanya Alan pada manuella yang dari raut wajahnya menyemburatkan rasa kehuatiran yang dalam atas kondisi keponakannya. "Betul el ..tindakan oprasi apa ?, aku tidak mau kehilangan Luiss el". Tanya Anisa yang juga tak kalah kauatir sama persis dengan Alan. "Aku akan menggunakan prosedur bedah jatung seperti biasa dengan syarat Lukas akan berada di dalam rauang oprasi bersama Luiss juga menemani Luiss yang menjalankan oprasi,...tugas Lukas hanya menemaninya, menggengam tangan Luiss selama oprasi berlangsung". Hening sejenak ... "Tenag tugas Lukas hanya tidur, karena selama cek up beberapa waktu lalu aku menukan jika Lukas memberikan lekuatan pada jantung Luiss untuk berdetak normal". Hening ...baik Anisa maupun Alan kini berusaha berpikir untuk memutuskan tindakan dan pada ahirnya keputusan itu berhasil membuat manuella merasa lega karena oprasi tersebut di setujui oleh keduanya dan Manuella segera mempersiapkan prosedur oprasi untuk menyelamatkan Luiss. ............*****†*****........... Turkey ..... Kini kondisi Nicolas yang baru saja melakukan oprasi pada jantungnya yang tertembak akibat peluru bersarang pada jatungnya sudah cukup memperlihatkan hasil yang normal, untungnya Nicolas dapat bertahan meskipun prosedur bedah oprasi jantungnya memakan waktu yang terbilang tidak sebentar, sekitar hampir 9 jam oprasi itu berlangsung dan Danton sangat bersyukur Karena Tuannya masih di berikan panjang umur oleh Tuhan, dan kemungkinan juga Tuannya itu memiliki semagat hidup yang sangat tinggi dimana tugasnya untuk menemukan seseorang untuk dimintai maaf sampai sekarang belum terlaksana. Hal yang menimpa Tuannya Nicolas ini terjadi akibat Dari ualah ketua gengster scotersles Danu dimana Danton masih mengingat kejadian yang di alaminya beberapa hari yang lalu dimana Nicolas berhasil melumpuhkan dan juga menghancurkan seluaruh pendukung ataupun semua orang yang memdukung Danu hingga ke akar-akarnya, sampai dimana Nicolas pada ahirnya bertemu langsung dengan Danu yang kemudian masih terjadi banku hantam antara keduanya dan Nicolas berhasil mengalahkan Danu hingga pada saat Nicolas lengah Danu yang merasa bahwa dirinya memiliki celah mengambil snjata api dan mematikkan nya tepat sasaran dan tubuh Nicolas pun langsung tumbang karena peluru tersebut telah berhasil melukai d**a sebalah kirinya di mana letak jantung Nicolas berada, dan Danu pun masih sempat untuk melarikan diri dari Nicolas beserta anak buahnya Dan Danton rasai jika saat ini Danu sedang menyembunyikan dirinya di sauatu tempat setelah semua kebusukannya terbongkar oleh Nicolas. Hampir 6 tahun ini Tuanya itu berubah darstis semenjak kembaliannya dia ke lembah kegelapan hanya berniatan untuk mengunjungi bisnis itu dan berniat menemui gadis yang pernah di sekapnya yaitu Anisa, akan tetapi Tuanya dan dirinya harus menelan rasa kecewa karena gadis itu tak tinggal lagi di kota tersebut dan dengan rasa bersalahnya Tuannya kembali lagi ke turkey dan berusaha menemukan keberadaan anak mendiang Mahendra. Danton juga tau jika sepertinya Tuannya itu benar-benar merasa sangat bersalah hingga entah...Nicolas tuannya yang terkenal bengis Dan licik sering mengurung diri dari dunia luar, bahkan mengabaikan belaian wanita jalang yang mungkin dulu sering dia tiduri sebelum bertemu dengan gadis bernama anisa itu, sepertinya Tuanya itu telah jatuh hati apa gadis tersebut beserta tubuhnya. Dan berobsesi membalaskan dendam pada Danu yang menyebabkan kekacauan tersebut terjadi. Kemudian bahu Danton di tepuk oleh seseorang yang ternya orang tersebut ialah Dr.zhein yang hendak memberikan informasi mengenai keadaan Tuannya Nicolas "Apa kau sedang melamunkan sesuatu ton ?" "Tidak...,tidak ada yang sedang aku lamunkan ..,aku hanya mersa lelah, ada apa Dr.zhein ?" "Kau tau kan hanya kamu kerabatanya, tepatnya hanya dirimu yang sangat di percayai oleh nic, dan soal kondisinya dia harus melakukam satu prosedur pembedaahan sekali lagi dan kau juga pasti tau jika rumah sakit ini belum memiliki alat yang memadai untuk melakukan peroses bedah itu, saranku kau harus cepat mengambil tindakan atas Tuan mu ton ..." "Lalu apa yang harus aku lakukan ?" "Aku akan mengurus surat perpindahan pasien untuk melakulan oprasi bedah yang sudah di setujui oleh kedua pihak rumah sakit, ..untuk memindahkan nic ke central hospital yang berada di Washington dan menjalani perawatan sepenuhnya disana" Tanpa berkata pun Danton tentu saja menyetujui hal tersebut demi menyelamatkan nyawa dan mengembalikan kondisi tuannya. Dan setelah Dr.zhein mengatakan hal tersebut pada Danton, Danton segera mengurus semuanya untuk kepergiannya menuju Central hospital di Washington. Tanpa mereka ketahui jika takdir yang rumit akan mulai teruraikan dan tertulis di sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN