Nama Ku LUISS !!!

1619 Kata
Nama ku Luiss !!! Kini hati Anisa sudah mulai tenag setelah melihat Luiss yang telah sadar dari masa kritisnya, tak henti Anisa berucap syukur pada yang maha kuasa atas keajaiban yang telah diberikan untuk anaknya. Lukas pun menyambut dengan penuh gembira setelah tau jika saudara kembarnya telah membuka matanya setelah 2 hari ini tertidur pulas di ranjang pesakitan, sungguh di luar dugaan jika masa kritisnya hanya selama 2 hari saja, dan ini juga membuat Dr.Manuella merasa sanagat bahagia bahwa oprasinya kepada Luiss yang juga melibatkan Lukas di dalamnya berhasil. .............. Jika sebuah takdir adalah sekenario dari Tuhan maka dari situlah manusia juga belajar dalam setiap menjalani kehidupannya dan kala manusia di beri kesempatan kedua maka mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiaki semua kesalahan yang pernah terjadi di sekenario masa lalunya. Setelah sampai di kota Washington menggunakan jet pribadi Nicolas tentu saja, sudah terparkir Mobil ambulance yang siap mengantarkan Nicolas untuk menuju central hospital, selama perjalanan Danton di liputi rasa kuatir atas kondisi Tuan nya yang sempat menunjukkan penurunan, akan tetapi di tepisnya kembali rasa itu dan meyakinkan diri bahwa tuan nya akan dalam kondisi baik-baik saja. Sesampainya di central hospital para perawat yang telah siap segera membawa ranjang pesakitan Nicolas menuju ruang inap yang sebelumnya sudah di sterile kan, dan menunggu untuk segera di oprasi lanjutan dan Danton pun tetap setia dan menemani Tuan nya disana, tak lama sesampainya mereka di ruang VVIP sterile tadi Dr.Manuella segera mengecek dan melihat daftar riwayat hidup pasiennya itu, yang di rekomendasikan oleh hospital turkey dari seniornya yaitu Dr.zhein untuk menerima pengalihan perawatan dari dirinya. Dr.Manuella sempat meringis kala membaca daftar riwayat hidup Dan sebab kenapa pasiennya itu yang bernama Nicolas harus menjalani bedah jantung, Dr.Manuella sempat tidak percaya jika jantung Nicolas dapat bertahan meskipun peluru tersebut sudah bersarang dan membuat lubang yang cukup membuat orang seharusnya sudah mati seketika saat terkena peluru tersebut. "Siapa wali dari pasien ini sus ?" Tanya Dr.Manuella pada suster Sabrina yang memang telah menjadi suster kepercayaannya untuk menghendel semua jadwal oprasi yang di miliknya. "Sepertinya orang yang berbaju hitam tadi dok, yang menunggui di luar ruangan". Kemudian suster sabrina mengacungkan jari telunjuknya mengarahkan ke puntu keluar masuk ruangan yang di tempati oleh Nicolas, setelahnya Dr.Manuella segera keluar bermaksud untuk menemui orang yang sebagai wali Nicolas, dan dirinya mendapati seaeorang pria dengan tubuh lelahnya dengan wajah tertekuk menundukkan wajahnya pada lantai hospital. "Maaf tuan ..apa anda wali dari tuan Nicolas ?" Tanya Dr.Manuella yang sedikit membuat pria di depanya itu kaget Dan segera mendongak kan kepalanya serta menjawab pertanyaan dari Dr.Manuella. "Iya dok saya walinya, ada apa ?". "Aku hanya ingin anda menandatangani surat perjanjian ini tuan untuk kedepannya jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi oleh Tuan Nicolas". "Apakah setelah oprasi ini dia akan kembali sembuh dok ?". "Aku tidak bisa menjamin semua itu, tapi aku akan berusaha sebisaku dan melakukan yang terbaik, kau berdoa saja semoga Tuhan akan memberikan dia kesembuhan dan keajaiban". Setelah Danton menandatangani surat perjanjian tersebut Dr.Manuella segera pergi Dari hadapan Danton, Dan dalam perjalanan Dr.Manuella ke ruangannya dirinya merasa seperti pernah melihat pasien barunya itu tapi di mana dirinya tidak bisa mengingat hal tersebut sampai otaknya berpikir keras hingga dia menemukan jawaban, 'Iya mirip anak kecil itu... Luiss', gumamnya dalam hati dan kemudian Dr.Manuella seperti tidak menyangka bahwa pasien ciliknya bernama Lukas dan Luiss itu wajahnya sanagatlah mirip dengan pasien barunya yang baru tadi siang datang dari turkey yaitu Tuan Nicolas sungguh suatu kebetulan sekali jika wajah keduanya mirip. ...............*******'*******.............. Pada ahirnya beransur ansur kondisi Nicolas membaik setelah oprasi berhasil dilakuakan dan mendapatkan penaganan yang tepat dari seluruh pihak medis yang bersangkutan,sungguh keajaiban yang luar biasa Karena setelah oprasi Nicolas hanya menagalami masa kritisnya 5 hari setelah itu dirinya bak orang yang tidak mengalami sakit apapun dan telah melepaskan semua peralatan monitor pada jantungnya tepat setelah hari ke 7 dirinya dirawat. Bahkan tim medis sekaligus Dr.Manuella sempat tidak percaya jika Nicolas bisa sembuh dalam hitungan hari saja seperti layaknya seekor kucing yang memiliki banyak nyawa. Bahkan secara khusus Danton berterima kasih kepada Dr.Manuella dan memberinya sebuket bunga tanda terima kasihnya malam ini saat Dr.Manuella mengecek kondisi dari keadaan Nicolas. Disisi lain Luiss pun sudah mulai pulih kembali namun sebelum Luiss ingin meninggalkan rumah sakit maka pihak rumah sakit harus memastikan dan mengecek kembali kondisinya melalui tes darah dan ronsen, Dan tes ronsen nya telah selesai sedangkan tes darahnya akan di ambil malam ini, Luiss yang tidak suka jarum suntik dan obat pun berusaha kabur dan bersembunyi dirinya meninggalkan rauang khusus anak-anak secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Eliyana yang memang pada malam ini dialah yang berjaga menunggui cucunya sedangkan Anisa sedang sibuk melakukan pertemuan dengan salah satu rekan bisnisnya. Luiss memang sengaja meninggalkan rauang anak-anak untuk menghidar dari para suster-suster genit yang selalu memaksanya untuk minum obat dan menyuntikkan sesuatu pada tubuhnya. Malam itu pun Luiss dan para suster sekaligus omanya (Eliyana) melakukan aksi kucing kucingan yang pada ahirnya membawa Luiss pada kamar inap orang dewasa dan seolah dewi fortuna memihanknya jika salah satu pintu kamar pasien orang dewasa itu terbuka sedikit hingga Luiss berpikir akan bersembunyi di ruangan tersebut, setelah Luiss membuka pintu ruang inap tersebut dirinya langsung lari dan menempatkan dirinya pada bawah ranjang pesakitan tanpa menghiraukan tatapan nyalang dari dua orang pria yang merasa heran kenapa ada anak kecil yang di cari-cari dan di terik ki oleh para suster yang sempat di lihat sekilas dari kaca pintu ruangan itu, Danton yang tampak ingin mengusir anak itu pun menggurungkan niatnya setelah Nicolas mengisyaratkan sesuatu dari tangannya untuk membiarkan anak itu di ruangannya. "Hey...kau sedang apa disana bocah ?". Gumam Danton dengan suara baritonya yang berusaha menakuti anak itu, Karena sudah dengan lancang berani masuk ruangan Tuan nya, namun tak sedikitpun Luiss takut dengan suara bariton yang mengintrupsinya. "DIAM !!!, ATAU LUKAS AKAN MEMUKULMU". Seketika Danton tak percaya bahwa dia di bentak dan di ancam oleh anak kecil dan Nicolas yang melihat Dan mendengar anak barusan yang mengancam dan membentak pengawal kesayangannya itu terkekeh geli. "hey ..bocah keluarlah para suster itu sudah pergi". Kata Nicolas pada Luiss yang kemudian sedikit menonggolkan kepalanya mengarahkan tatapannya pada atas ranjang. "Benarkah ?", Kemudian Luiss dengan hati hati keluar dari bawah ranjang tempat tidur dimana Nicolas di rawat, dan tatapan antara keduanya sangat intense. DEG...., Nicolas langsung merasa jika dirinya seperti melihat wajah masa kecilnya dulu dan Luiss pun juga menyadari jika pria dewasa yang ada di depannya itu sangat mirip sekali dengan wajahnya dan Lukas. Tanpa ragu Luiss pun menggeser kursi dan menaikikinya dan juga ikut masuk ke ranjang pesakitan dimana Nicolas sedang duduk berselonjor, "kau mau apa bocah ?". Tanya Danton kembali yang hendak menghentikan aksi anak itu namun ditepis oleh isyarat tangan oleh Tuannya yang mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan sama sekali ."DIAM !!!". Lagi-lagi bentakan anak itu yang terucap dari mulut mungilnya yang pedas, dengan keberanian Luiss segera menduduk kan tubuhnya pada kaki selonjor Nicolas dan tangan mungilnya mulai menyusuri wajah Nicolas dari mulai mata,hidung kemudian pipi. "Paman..., apa paman juga anak mama, kenapa wajah paman sangat mirip dengan kami ?". Dahi Nicolas tampak mengeryit tidak mengerti atas ucapan anak itu. "Maksudmu apa bocah ?..kami ?" "Wajah paman sangat mirip denganku Dan sudara kembarku, dan stop memanggilku BICAH !, atau saudara kembar ku akan merobek mulutmu" kekehan Nicolas menggema seruangan, mana mungkin bocah itu juga berani mengancamnya. "Lalu siapa nama mu dan nama saudara kembar mu hm ?" "Nama ku LUISS !!!, dan saudara kemarku LUKAS !!!" "Baiklah kalau begitu, Luiss" "Apa paman disini juga sakit sama sepertiku ?", Kemudian dengan berani Luiss membuka 3 kancing baju pasien yang di kenakan oleh paman itu dan setelah terbuka Luiss menyusuri luka yang masih belum sepenuhnya mengering dan masih di perban dengan tangan mungilnya dan dengan polosnya Luiss berkata "kata mama ini memang sakit tapi nanti setelah ini akan baik-baik saja dan aku bisa bermain bersama Lukas kembali" kemudian Luiss dengan sendirinya membuka baju pasiennya dan menunjuk kan luka karena oprasi yang sama dengan sebab sakit yang berbeda, Dan saat itu juga Nicolas merasa ngilu melihat perban yang menutupi d**a sebelah kiri anak itu yang menandakan jika anak itu baru saja melakukan oprasi jantung dan sungguh anak yang malang dimana seharusnya dia bisa bermain ceria bersama teman-temannya namun harus menjalani perwatan atas penyakitnya. "Janagan mengadukan ini pada ibuku paman, mungkin dia tidak akan marah padaku tapi saat malam aku sering mendapati ibu Ku menaggis". Batin Nicolas tergelitik mendengar kalaimat anak ini, lagi pula bagaimana dia mengadukan kelakuan anak ini yang dengan tidak sopannya masuk ke kamar rawat orang lain jika dia tidak menggenal ibu anak tersebut. "Kenapa kau tertawa paman ?". Tanya Luiss yang heran melihat paman itu tertawa. "Dimana ku bersekloah Luiss ?" "ST. Santa dá fierlla paman, emmm siapa nama mu paman" kemudian Luiss tampak beranjak merangkak dari rajanag ke bawah dan melihat papan nama Nicolas, "Nama mu Nicolas paman ?". "Hem" jawab Nicolas yang mengiyakan. Pintu kamar Nicolas pun terbuka Dan menunjuk kan Dr.Manuella yang sedang ingin berbicara pada Nicolas mengenai keadaanya kepada Danton, sedikit terkejut kala mendapati pasien ciliknya yang berada di ruangan tersebut, pasalnya hapir setengah jam anak ini menghilang dari ruangan khusus anak-anak dan membuat panik omanya dan suster di sana, "Luiss kamu disini ?, kenapa kau sangat nakal sekali..., maaf tuan nic atas ketidak nyamanan ini maaf tuan danton, aku akan membawanya ke ruangan yang seharusnya dan akan kembali untuk mengatakan sesutau pada kalian" langkah Dr. Manuella yang kemudian langsung memgendong Luiss dan pamit pada Nicolas Dan Danton dan membawa Luiss kembali ke rauangannya. Dan dalam perjalan menuju rauangan di mana Luiss di rawat Dr. Manuella masih sempat bertanya atas keingin tahuannya pada Luiss dan kenapa pasien kecilnya ini bisa berada disana. "Luiss apa kamu mengenal paman tadi ?" "Tidak dokter, aku baru mengenalnya" "Menurutmu paman yang sakit tadi wajah nya mirip dengan mu atau tidak ?" "Apa dokter el juga menyadarinya... Jika muka ku dengan paman tadi sama ?" "Aku rasa memang begitu Luiss".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN