MAAF
Manuella yang memang pada hari ini menggantikan sift malam Dr.Arnold baru saja tiba di ruang loby hospital untuk melengkapi apsensinya tiba-tiba di kejutkan oleh kendraan yang di kendari cukup kencang oleh si pengemudinya yang manuella sangat hafal jika Mobil tersrbut milik pasiennya tuan Nicolas, tapi yang membuat el sedikit terkejut adalah pada saat tuan Nic keluar Dan membopong tubuh Luiss yang kemudian di ekori oleh Lukas dan para Tim medis di pintu utama langsung mengambil tindakan dengan membawa Luiss ke ruang penanganan darurat dengan ranjang pesakitan yang kini di tiduri oleh Luiss, el dengan sigap langsung berlari dan menghampiri ke tiga orang tersebut hingga melempar dan meninggalkan tas kerjanya. "What happen ?, why suddenly be like this Mr.nic ??". Tanya el yang bertubi pada Nicolas yang hanya di balas Nic dengan wajah kepanikannya dengan melihat kondisi Luiss sekarang, dan hal tersrbut dianggap bahwa itu karenanya.
Semakin banyak rasa cemas itu melanda hati Nicolas yang semakin berdenyut nyeri, semua Karena kesalahannya dan sekarang dirinya tidak tau harus apa, sedangkan Lukas terus saja mengis tersedu sedu di sampingnya di bangku yang di sediakan hospital untuk pengunjung.
"Bagaimana Luiss paman, seharusnya tadi kami tidak pergi kesana apa yang dikatakan mama memang benar, jika kami kesana maka akan melukai Luiss, paman hiks...hiks...aku takut dimarahi mama.....hauaaaa".
Ucap Lukas pada Nicolas yang kemudian menyadari sesuatu bahwa dirinya belum megabari orang tua Lukas dan Luiss mengenai keadaan nya dan kelancangan Nicolas yang dengan berani membawa mereka tanpa seijin ibu atau ayah Lukas dan Luiss.
"Lukas ...berhentilah menagis, Luiss akan baik-baik saja...,kau tau nomor telefon ibumu" Lukas mengangguk dan Nicolas meraih smartphone nya dari saku celana, "Hubungi ibumu , beri tau keadaan mu Dan Luiss dan bilang kalau kalaian ada disini". Lukas pun mengangguk kembali dan meraih smartphone tersebut dan memindal nomor mamanya.
Mansion Eliyana sudah seperti pos jaga 24 jam dimana banyak pengawal suruhan Alan yang keluar masuk untuk sekedar memberi tahukan bahwa pencarian mereka tidak ada satu pun yang membauhkan hasil dan tetap tidak dapat menemukan anak kebar keponakan Tuan nya.
Anisa terus di liputi rasa gelisah kepada kedua putranya, entah apa yang terjadi pada mereka Anisa benar-benar tidak tau tapi dirinya merasakan jika semua tidak baik-baik saja apa lagi ketika dirinya mengingat Luiss, putranya yang baru saja sembuh dari oprasi jantungnya. Pikiran Anisa juga sangat kacau dirinya pun lantas meerutuki dirinya sendiri, kenapa bisa seceroboh ini Anisa sungguh tidak akan sanggup jika kehilangan lagi. 'Ya Tuhan lindungilah kedua puraku' doanya dalam hati.
Trririring...ririring .....,bunyi ponsel Anisa pun berbunyi dengan tertera nomor yang tidak di kenalnya, "Janagn-jangan ini nomor penculik Lukas dan Luiss ?". Dan seketika semua orang yang berada di ruangan tengah menoleh dan menuju Anisa yang mengangkat pangilan dari nomor yang tidak dikenal dan menglosspeker nada suara ponselnya. Dan semuanya terkejut saat mendengar suara Lukas yang tersedu-sedu menagis dan mengatakan jika sekarang mereka ada di central hospital dan Luiss kambuh. Dan Lukas pun mengatakan pada mamanya untuk segera menjemput dan datang ke hospital.
Dan segera Alan, Alkas, Eliyana dan tentu saja Anisa segera melesatkan mobil untuk menuju Central hospital menemui kedua putranya. Sesampainya mereka disana mata Anisa langsung mencari keberadaan Lukas dan betul Anisa mendapati Lukas yang sedang terduduk di bangku pengunjung sambil menundukkan kepala sedirian, Anisa langsung memeluk tubuh putranya itu dan menumpahkan air mata dan begitu juga Lukas yang ikut menggis bersamanya, "Mana Luiss ?,dimana ?". Dan Lukas pun hanya mengangkat jari telunjuknya ke arah ruang Penaganan utama, sekali lagi Anisa memeluk Lukas, "Jangan seperti ini lagi...mama ..mama sangat takut kehilangan kalian dan Please jangan lakukan sesuatu yang membuat mama kuwatir, mama tidak sanggup Lukas ..mama tidak sanggup...kamu mengerti apa maksud mama kan sayang" Lukas mengangguk namun masih dengan menekukkan wajahnya ke bawah kemudian Anisa mengkup wajah Lukas untuk melihat manik mata putranya yang terlihat sedikit bengkak Karena menaggis "Kalian kemana tadi dan kenapa bisa seperti ini Lukas ?, cerita sama mama sayang apa yang terjadi tadi" Nisa masih setia berjonglok di hadapan putaranya itu dan memengang bahunya mengisyaratkan jika dirinya tidak sedang marah dan ingin di beri penjelasaan oleh putranya "T..tad..tadi Lukas... sama Luiss ketemu dengan paman, paman itu menawarkan kami tumpangan untuk pulang tapi sampai dijalan Luiss melihat poster festival playground ma..dan paman itu ahirnya dengan senang hati mau membawa kami kesana ...Karna..Karna aku dan Luiss tidak pernah mama ijinkan ke Sana, paman itu sahabat Lukas Dan Luiss ma, maaf ma...maaf ..maaf karena Lukas sudah ceroboh dan tidak bisa menjaga Luiss dengan baik" Lukas pun kemudian menggis di pelukan mamnya dan aroma mamanya dalam di bahunya "sorry ..mama sorry". Dan Anisa pun mengelus sayang punggung Lukas yang memluk dirinya.
Nicolas yang baru saja kembali dari membeli air meneral untuk Lukas yang tadi sempat mengatakan haus padanya kembali namun sudah ada wanita bersama Lukas Dan mereka berpukan, dengan posisi wanita tersebut tengah memunggungi dirinya kemudian Nic juga melihat wanita tersebut menayakan Lukas soal siapa paman yang membawanya ke festival playground dan menjadi temannya.
"Lukas sekarang mana paman teman kalian itu dan dimana dia sekarang, boleh mama ketemu, apa dia masih disini sayang ?" Tanya anisa dan saat itu juga Lukas langsung mengangkat jari telunjuknya kembali ke arah belakang anisa yang di ikutinya jari tersebut bersamaan dengan tubuh dan kepala anisa yang memutar ke arah belangangnya dan mendapati sosok yang tak asing dengan tatapan terkejut dari keduanya.
Deg...
Dan seketika Nicolas langsung membeku begitu juga dengan anisa kemudian Nicolas menjatuhkan botol air meneral yang dibawanya untuk Lukas. "A..anisa" ucap Nicolas bergetar kala mendapati gadis yang 6 tahun ini di cari-carinya berada tepat di hadapnya seolah sebuah mimpi dan ya Tuhan Anisa masih terlihat manis,cantik, anggun dan sangat ayu, rambutnya yang dulu panjang telah di potongnya sebahu dan tububnya saat ini sedikit berisi dan terlihat sangat mengemaskan di mata Nicolas sungguh saat ini juga rasanya Nicolas ingin segera merengkuh tubuh anisa, memeluknya erat dan tidak akan pernah mau melepaskanya, "mama ..mama kenapa...mama kenal sama paman Nic", seketika itu juga Nic langsung lemas kakinya langsung tertekuk dan sekarang menatap Anisa dalam dan tatapan Anisa terhadapnya pun sulit di artikan, apa yang di bilang Lukas barusan jika Lukas memanggil Anisa dengan sebutan Mama, tidak salah kah pendengaran Nicolas barusan, itu berarti kemungkinan Lukas Dan Luiss adalah anaknya, buah benih hasilnya yang di lakuakan salah krena harus menyekap Anisa Dan terus menyikasa dan memerkosanya dengan b***t. Nicolas pun begitu sesak kala mengingat kejadian dimana dia dibutakan dendam dan berniat merusak anak musuhnya kala itu, tapi setelah itu pikirannya berubah justru dirinya semakin jatuh ke dalam belengu kenikamatan yang di ciptakannya sendiri bersama anisa dan sama sekali tidak ingin melepaskannya. Bahkan Nicolas tidak meragukan lagi dengan kata mungkin, sudah snagat jelas jika Lukas dan Luiss, kedua bocah kembar tersebut adalah putranya dari paras wajah yang di miliki keduanya sanagt mirip Dengan nya.
Anisa pun langsung menegang kala mendapati pria itu 'Nic' batinnya dalam hati dan menggeleng gelengkan kepalanya seolah tak percaya jika seorang Nicolas berada di depannya. Air matanya hampir saja jatuh namun di tahannya sekuat tenaga dan tak berselang lama Eliyana, Alan Dan juga Alkas yang baru berjalan datang Karena mengurusi sesuatu hal pun juga kaget dengan apa yang dilihat mereka, dimana hal tersebut kemudian menyulut emosi Alan kepada Nicolas yang di lihatnya limbung ke lantai, Manuella yang telah selesai memeriksa keadaan Luiss pun keluar berniat untuk memberi tahukan kondisi Luiss tapi setelah dirinya membuka pitu justru tertegun dengan kejadian yang ia lihat, nisa yang memeluk Lukas, Nic yang lemas dengan posisi sedikit semi sujud dan tatapan matanya tertuju pada Nisa dan Eliyana berusaha untuk menahan kedua putranya yaitu Alan Dan Alkas untuk tidak menjadikan suasana baku hatam terjadi. Dan kini Manuella langsung mereih lengan tangan Alan karena melihat matanya yang penuh dengan amarah, "Biarkan dulu mereka, kita luhat apa yang akan terjadi, dan ini hospital jangan membuat keributan karena aku paling tidak suka itu". Tegas el pada Alan yang kemudian mau tidak mau Alan turuti.
"M..maaf ...maaf kan aku ...aku aku, aku bisa menjelaskan semuanya pada kalian bahwa aku bukan pem-"
"CUKUP !!!". sambung anisa pada kalimat yang di katakan oleh Nikolas.
"Pergi kamu dan jangan perenah kamu menemui kami lagi ..Pergi ..PERGI ...PERGI AKU MEMEBENCIMU !!!". Sambung anisa kembali dan pada airnya air mata yang berusaha di bendungnya pun menetes dari Mata nya.
Nicolas pada awalnya tidak mau meninggalkan mereka Anisa dan Lukas dengan mengelengkan kepalanya dan berusaha untuk menejelaskan semuanya tapi pada ahirnya Nicolas menerima pasrah keinginan anisa yang memintanya pergi, tapi dalam hati kecilnya Nicolas akan berusaha meyakinkan Alan dan Anisa bahwa bukan dirinyalah yang meyebabkan kematian Mahendra dan menjelaskan setiap kekacauan yang sudah terjadi, dan Nic pun terus berharap jika suatu saat Anisa mau memaafakannya.
Setidaknya dirinya sudah menemukan anisa dan karena itulah nic menyuruh Danton untuk memata matai Anisa, dimana dia tinggal dan memastikan lagi tentang Anisa beserta anaknya Karena Nicolas menyakini mungkin saja memang benar jika Lukas Dan Luiss memang benar-benar putranya bersama Anisa.