FESTIVAL PLAYGROUND

1458 Kata
FESTIVAL AND PLAYGROUND Nicolas tampak begitu bahagia dengan kebradaan dua bocah kecil di bangku penumpang di dalam Mobil nya, entah perasaan apa itu yang jelas dirinya merasa begitu enggan berpisah dengan keduanya seolah ada suatu keterikatan batin antara mereka bertiga, mungkin jika 6 tahun yang lalu kalau saja insiden dirinya dan mahendra tidak kacau karena ulah Danu, mungkin saja dirinya kini juga sudah menikah dengan Anisa dan memiliki anak yang lucu-lucu tampan ataupun cantik tapi sayangnya harapan itu tinggal lah sebuah harapan Nicolas harus menelan kepahitan dalam setiap langkahnya bahkan selalu berusaha untuk menemukan Anisa, hingga sampai detik inipun dirinya tidak mau menyerah serta tidak memperdulikan nyawanya lagi kala melampiaskan dendamnya pada Danu untuk gadisnya Anisa. Danton yang menyetir mobil sedari tadi pun tidak melewatkan momen tuannya bersama dengan dua bocah kecil itu, di lihat lihat wajah ketiganya sangat mirip, mungkin saja kalau orang yang tidak tau maka orang tersebut pasti menganggap jika mereka adalah sepasang ayah dan anak. Tapi Danton hanya meringgis mengingat sesuatu yang sebenarnya juga menggangu pikirannya selama 6 tahun belakangan Karena sampai sekarang dirinya belum juga berhasil menemukan gadis yang dicarai cari oleh tuannya yang bernama anisa. Danton melihat ketiganya yang begitu akrap bercakap cakap dari kaca tengah Mobil dan memperhatikan tuan nya itu yang juga entah sejak kapan bisa dengan cepat akrap oleh anak-anak padahal setahu Danton, Nicolas bukan lah tipe seorang yang penyayang, tapi Danton tau jika Nicolas juga mengidap penyakit pesicopat yang dibilang lumayan, tuannya itu sering melakukan sesuatu yang kala di pikirannya saat itu juga harus dilakukannya tanpa berpikir panjang, numun 6 tahun Nicolas mulai sebuh sejak diarinya sering mengurung diri di kantor atau pun kamarnya. Suasana dalam mobil pun behitu hidup kala interaksi ketiganya memecah raung Mobil yang tidak terlalu besar hingga pandangan Nicolas pun tertuju pada Luiss, tatapan Mata anak itu tertuju pada arah luar jendela mobilmya. "Kau sedang melihat apa Luiss ?", tanya nic kemudian, "Itu paman festival di taman bermain". Tangan Luiss juga menunjuk pintu gerbang taman bermain yang saat ini tengah di lewati, "Apa kalian mau kesana ?" , Tanya nic langsung pada Lukas dan Luiss, Lukas dan Luiss kemudian saling pandang dan mengisyaratkan menggunakan kedipan mata yang hanya mereka berdualah yang tau artinya, "Jadi bagaimana apa kalian mau ke sana...jika kalian mau paman akan mengajak kalaian ?", tanya Nic kembali dan kini Lukas yang menjawab, "Maaf paman kami tidak bisa..., kami memang sangat ingin kesana tapi kondisi Luiss tidak diperbolehkan untuk berada disana ...jadi...jadi sejak dulu kami tidak diperbolehkan mama untuk pergi ke taman bermain, aku ..aku tidak mau Luiss kenapa...kenapa paman" "Jadi ibu kalian tidak memperbolehkan kalaian untuk pergi kesana ?" "Iya ...padahal kami sangat ingin" jawab Luiss yang tamapak sedih "Bagaimana kalau kalain pergi bersama paman, paman janji akan menjaga kalian dan nanti saat kalian sudah samapi di rumah paman akan bertanggung jawab denagn semuanya" tampak Lukas yang berpikir "Tapi kami harus pulang dulu dan ijin pada mama" "Janga Lukas aku sangat ingin kesana ...aku mohon please !" Mohon Luiss pada Lukas Dan pada ahirnya Lukas dan Luiss sepakat untuk mau pergi ke taman bermain untuk melihat festival musim Panas. ....... St.santa dá fierlla. Anisa gusar dengan apa yang terjadi Hana begitu ceroboh Karena telat menjemput kedua putranya Dan anisa tidak habis pikir jika Hana telat karena melakukan Making love dengan Morgan, Hana pun juga terlihat tampak bersalah sekaligus bwrcampur kuatir Begitu juga dengan Morgan, Hana pun mengutuki dirinya sediri Karena telah meyebabkan kedua taun kecilnya diculik. Alan dan Alkas yang tiba pun juga meyerapahkan upatan nya pada kedua orang ceroboh itu, jika saat ini Alan dan Alkas panik maka Anisa jauh lebih panik lagi dan hatinya pun begitu risau. "Kak bagaimana ini, apa perlu kita pangil polisi, aku takut Kak". Ucap anisa yang bergetar dan kelunglaiannya, "Al ..lebih baik kita lapor polisi". Sergap Alkas lagi , "Tidak perlu kas aku sudah mengerahkan orang-orangku untuk mencari mereka dan lebih baik kita pulang dulu saja kerumah dan melihat hasil kerja mereka", dan pada ahirnya Alan pun membawa masuk Anisa yang mulai sedikit lemah ke jok depan mobilnya,sedangkan Alkas membawa Mobil yang di kendari anisa Dan Hana serta Morgan yang merasa bersalah pun juga langsung menancapkan gasnya ke kediaman Nyonya Eliyana. ...... Jam telah menunjukkan waktu 5 petang akan tetapi para pengawal suruhan Alan belum juga memberikan kabar baik Lukas maupun Luiss pun belum juga kembali seluruh keluarga yang mendiami mansion Eliyana semaunya resah, Eliyana benar-benar begitu resah pikirannya kemana mana cucunya hilang, tapi yang Eliyana jangal adalah jika cucu-cucunya di culik maka pasti sejak dari tadi penculik itu sudah mengacam dan memeinta uang tebusan atau hal lain tapi ini tidak. "Sudah nis jangan buat Ibu tambah cemas, kalau kamu terus menagis begini ...ibu juga ikut kebawa nagis ..udah ya nak ya ..Alan sama Alkas udah bergerak untuk cari mereka". Ucap Eliyana yang menguatkan anisa dan Alan juga terus menghubungi para suruhannya tapi belum juga mendapat hasil dari keberadaan keponakannya 'sialan' umpatnya dalam hati. Di sisi lain, di dalam taman beramin Lukas dan Luiss terus menyusuri festival yang menyuguhkan berbagai macam permainan sampai tak mengingat waktu dan kesalahan kalau mereka seharusnya segera menghubungi mamanya,banyaknya permaian di sana membuat mereka lupa mereka bertiga terus asik menyusuri seluruh playground tersebut mereka juga sempat memainkan game-game seru yang 4 dari game tersebut di mainkan oleh mereka bertiga Nic,Lukas dan juga Luiss, bocah kembar itu sampai larut dalam seluruh wahana permainan dan keduanya pun tampak sangat menikmati sesuatu yang baru karena memang selama ini mama mereka melarang keras Luiss untuk bermain di featival playground seperti ini jadi mau tidak mau Lukas pun juga terkena ibasnya Lukas pun sangat menyayangi Luiss jadi Lukas lebih suka mengalah jika itu menyangkut kesehatan dan kebaikan Luiss. Dan sampai pandangan Lukas dan Luiss tertuju pada sebuah bianglala raksasa. "Paman apakah kita boleh naik itu". Tangan Lukas menunjuk pada bianglala yang berputar, "Tentu saja boleh...kalian kan teman paman jadi apapun yang kalian mau di playground ini paman akan kabulkan". "Horeeeee". Teriak Lukas Dan Luiss kompak sambil meloncat loncat kegirangan karena permintaannya di kabulkan untuk menaiki biang lala. Nic juga sangat bersemangat dan turut merasakan kegembiraan dalam hatinya yang diam-diam mulai meyusup 'bisakah aku memiliki mereka' kata batinya sebab tak dapat di pungkiri jika rasa itu, rasa jatuh cinta pada kedua bocah kembar yang ada di depannya yang membuatnya merasakan kebahagiaan yang mungkin telah dirinya lupakan. Ketiganya pun memasuki pintu bianglala setelah membeli 3 tiket untuk mereka bertiga dan pada saat membeli tiket tadi ada ibu-ibu yang mengatakan kagum pada Nic karena sosok manly nya malah terlihat sangat gagah dan bertanggung jawab, padahal Nic tau jangankan bertanggung jawab untuk meminta maaf atas perbuatannya pada gadis yang pernah di setubuhinya saja dia tidak dapat melakukannya, bukannya tidak bisa ..melainkan belum sempat bertemu lagi. Bianglala tersebut terus berputar dari atas ke bawah baik Nic,Lukas dan Luiss terus memperhatikan pemandangan sore yang indah dibawah sana yaitu pemandangan danu a Floris yang begitu dekat dengan tempat festival playground, Nic kemudian menyadari satu hal yang membuatnya terenyuh pada kedua bocah kembar tersebut, pegangan tangan bahakan saat ini Lukas dan Luiss mempererat tangan mereka dan engan melepaskan seperti sangat takut kehilangan dan seolah mereka saling menyalurkan energi kekuatan untuk menguatkan. Saat telah sampai di bawah mereka langsung berniat menuju mobil karena Nic juga menyadari jika dirinya telah bersalah membawa kedua bocah kembar tersebut secara tiba-tiba tanpa membri tahukan pada orang tua mereka, takutnya mereka berpikir yang tidak-tidak dan itu mungkin saja akan mempersulit Nic nanti dan petang yang mulai meredup memperlihatkan senja bercampur kehitaman maka dari itulah Nic menyudahi keseruan mereka Dan segera mengantarkan Lukas dan Luiss untuk pulang. Namun di tengah perjalanan menuju mobil tiba-tiba saja Luiss memegang d**a sebelah kirinya dan meringis kesakitan Lukas yang memegang tangan Luiss pun segera memeluk Luiss erat takut jika Luiss kenapa kenapa, dan benar penyakit lemah jantung Luiss kambuh, Nic kemudian berjongkok dan sedikit panik melihat kondisi Luiss yang mulai terhuyung jatuh namun berhsil di pegangnya bahu Luiss menggunakan tangan kekarnya Nic juga melihat kepanikan Lukas yang mulai menagis melihat saudara kembarnya seperti sekarat, tanpa pikir panjang Nic langsung membopong tubuh Luiss ke dalam Mobil dan Lukas mengekori keduanya dari belakang, setelah sampai di dalam Mobil Nic langsung memberi perintah kspada Danton untuk segera meyetir kendraannya menuju central hospital di mana baik Nic sendiri ataupun Luiss menrima perawatan, dan di dalam perjalanan itu pun hati Nic secara tidak langsung juga merasakan kesakitan yang di alami oleh Luiss, keringat dingin yang terus mengucur deras dan wajah Luiss pun mulai tampak memucat, sedangkan Lukas tak sekali pun melepas gengaman erat tangannya pada Luiss meskipun Lukas sendiri dalam kedaan takut sekaligus terus menggis tersedu-sedu sepanjang perjalanan menuju central hospital, Dan entah kenapa tiba-tiba tanpa di rasai Nic jika air matanya pun juga telah jatuh membasahi pipinya. 'Bertahanlah Luiss !!!' Monolong Nic dalam hati sambil memangku tubuh Luiss yang sudah lemas bercucuran kerigat dingin yang keluar dari tubuh mungilnya hingga baju seragam yang di kenakanya pun telah basah oleh keringat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN