ST. SANTA DÁ FIERLLA

1033 Kata
ST. SANTA DÁ FIERLLA Detum lonceng yang bersahutan dari kelas satu ke kelas lainnya menandakan jika kegiatan belajar mengajar telah usai di salah satu sekolah elit yang bernama ST. Santa dá fierlla dan itu menandakan jika Lukas dan Luiss telah selesai dengan kegitan belajar mereka. Banyak anak-anak yang telah berhamburan keluar kelas menuju halte pemberentian Mobil atau bus untuk menjemput mereka pulang dari sekolah dan ada sebagian juga yang masih bercakap cakap di halaman sekolah hanya untuk sekedar membahas kegitan belajar yang sudah mereka terima tadi. Di sinilah Lukas dan Luiss seperti biasa menunggu jemputan di halte sambil duduk. Luiss yang sudah sepenuhnya pulih pun juga sudah mulai mengikuti pelajarannya kembali dan Lukas pun selalu mengawasi Luiss dan tidak membiarkan anak-anak nakal menggangu Luiss. Tapi hampir setengah jam mereka menunggu jemputan, jemputan tersebut tak kunjung datang datang juga, Luiss terus mengayun ayunkan kakinya di bawah sambil menekuk wajahnya sedangkan Lukas terus memperhatikan jalanan siapa tau jika Mobil jemputannya telah datang. "Kenapa mama dan Hana lama sekali sih". Kata Luiss yang sudah mulai merajuk pada Lukas. "Kita tunggu saja mereka Luiss, siapa tau mama terkena macet di jalan makanya lama". Lukas memberi pegertian pada Luiss dengan sifat dewasanya. Hal tersebut terus di amati oleh seseorang dari jauh, yah Nicolas memang merasa rindu pada kedua bocah itu setelah kepulanngannya dari Hospital dan sekarang Dirinya tinggal di apartemennya yang berada di Washington untuk memudahkannya menjalani kontrol bulanan yang dijalaninya, tapi dirinya tak berani menghampiri kedua bocah itu takut jika telah ada yang menjemput mereka namun setelah di perhatikan hampir setengah jam mereka yang berada di halte pemberhentian untuk menunggu, ternyata tak kunjung datang jemputan mereka, sampai suasana halte yang tadinya lalu lalang kendaraan yang menjemput anak-anak pulang sekolah telah sepi, Nicolas pun ahirnya mengambil keputusan untuk menghampiri mereka dan menyapa atau mungkin akan mengantarkan mereka untuk sampai ke rumah. "Ton...,hampirkan Mobil Ku ke depan halte itu", dan Danton pun segera memarkirkan Mobil tersebut tepat di hadapan kedua bocah yang sudah terlihat putus asa menunggu jemputan yang tak kunjung datang. Segera Nicolas turun dari mobilnya, dahi Lukas sempat mengeryit merasa keheranan Mobil siapa yang menjemput mereka Karena pasalnya itu bukanlah Mobil milik mamanya maupun paman Alan dan Hana juga tidak pernah mengunakan Mobil seperti yang ada didepannya bersama Luiss, Hana selalu menggunakan Mobil BMW nya bersama dengan Morgan jika menjemput mereka. Saat Nicolas turun Luiss tiba-tiba saja langsung berhambur menuju Nico, Nico yang menyadari hal tersebut langsung berjongkok dan mereka saling memeluk seolah mereka memang sedang saling rindu hingga melampiaskan nya dengan pelukan, "Paman". Ucap Luiss yang begitu gembira dengan wajah bahagianya menyadari jika paman yang bernama Nicolas itu telah keluar dari Hospital, "Paman nic sudah sembuh ya ?". Tanya Luiss lagi dan Nic hanya mengangguk kan kepalanya. Tapi entah kenapa Lukas langsung menghampiri Luiss dan mencekal lengannya, menarik Luiss dan menghentikan interaksi mereka berdua, "Kenapa ?". Tanya Nicolas yang tampak bingunung dengan tindakan Lukas barusan. Lukas segera melotot kan matanya dan memarahi Luiss "Luiss kita baru mengenal paman ini jadi jangan terlalu dekat-dekat siapa tau aja paman ini berniat buruk pada kita !", Luiss hanya menoleh pada paman nic dan kemudian Lukas, nic yang menyadari hal tersebut kemudian terkekeh dengan ucapan Lukas dan segera mengatakan niatnya, "Siapa yang berniat buruk pada kalaian ?, ...aku ?" Ucap Nic segera "Kebetulan saja aku lewat sini dan melihat kalian, aku melihat jika sepertinya kalian belum di jemput jadi aku ingin menawarkan tumpangan pada kalian dan mengatar sampai rumah" sabung nic lagi dan di reapon oleh Lukas dan Luiss yang saling memandang satu sama lain dan kemudian secara bersamaan Lukas Dan Luiss memandang nic dengan tatapan bingungnya dan polos kedua bocah kembar tersebut, hingga ahirnya keduanya baik Lukas maupun Luiss mengiyakan niat Nicolas. Dan pada ahirnya Mobil nic pun melaju menyusuri jalan untuk mengatarkan mereka pulang ke kediamannya. Tak lama setelah itu Hana yang baru datang terlihat bingung karena kedua tuan kecilnya tak berada di halte tempat mereka menunggu dirinya seperti biasa, 'Aduh bagaimana ini' monolong nya dalam hati setelah memutari setiap ruangan kelas, siapa tau saja mereka bosan menunggu di halte terlalu lama Dan masuk kembali atau mungkin berada di halaman sekolah tapi hampir 10 menit Hana mencari Lukas dan Luiss mereka tetap tidak ketemu, kemudian Hana menghubungi Morgan untuk ikut mencari tapi masih tidak ketemu. "Aduh bagaimana ini Mor..,gara-gara kamu minta jatah di Mobil kita jadi telat menjemput mereka" kata Hana panik. "Tenag dulu Sayang...siapa tau Tuan Alan sudah menjemput mereka, kau tau sendiri kalau tuan Alan sering menjemput mereka secara tiba-tiba seperti ini". Morgan menenangkan, "Iya memang sering ...tapi perasaan Ku berbeda, jika tuan Alan yang menjemput pasti dia akan menghubungi lebih awal, tidak seperti ini", kemudian Morgan langsung mengambil smartphone nya dan menelfon tuannya tapi setelah itu Tuannya itu menjawab bahwa dirinya tidak menjemput keponalannya di sekolah, Morgan pun memberi tau jika Lukas Dan Luiss tidak ada disekolahnya dan segera memberi kabar Anisa jika putranya menghilang dari sekolahnya karena Hana Dan Morgan tidak tepat waktu menjemput putranya. Anisa ... "Non Lukas Dan Luiss menghilang", Hana "Menghilang bagaimana maksudmu ?, coba kalaian cari mereka di kelas, halaman sekolah mungkin mereka bermaian disana atau kalian tanyakan pada guru-guru siapa tau saja mereka tau" "Kami sudah mencarinya di sepenjuru sekolahan dan telah bertanya pada semua guru tapi Lukas dan Luiss masih belum ketemu, aku takut mereka di culik non, Karena tadi Morgan sempat bertanya pada penjual yang berada di deapan halte mereka melihat jika Lukas dan Luiss di bawa oleh seseorang pria ke dalam mobil" "Baik jangan panaik, aku akan kesana" Deggg ... Saat ini juga jantung Anisa berdegup dengan sangat luar biasa setelah mendengar dari Hana jika mungkin saja kedua putranya tengah diculik, Banyangannya kini mengingat kembali saat-saat di mana dirinya di culik saat usianya balita dan harus menewaskan ibunya, Anisa benar-benar panik mengingat jika Alan juga memiliki lawan bisnis yang mengincar keluarga dan mungkin saja sasarannya tertuju pada Lukas dan Luiss karena merekalah yang paling mudah untuk di jadikan mangsa, sungguh dirinya tudak akan mampu kehilangan kedua putra yang sangat dia sayangi Lukas dan Luiss adalah semangatnya setelah dirinya kehilangan ayahnya 'Ya Tuhan tolong lindungilah kedua putra ku Lukas dan Luiss' ucapnya dalam hati sambil terus melajukan Mobil nya menuju ST. Santa dá fierlla tempat dimana Lukas dan Luiss bersekolah dan menyuruh orang-orang Alan untuk segera bergerak mencari kedua putranya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN