Boneka kenikmatan 21+

1778 Kata
ANISA PROVE .....     Aku tak berdaya, aku tak mampu hanya rasa sakit yang aku rasakan saat ini, aku hancur hingga titik terdalam, apa yang aku jaga dan apa yang aku takutkan kini terjadi dalam hidupku, dia pria yang memperawaniku dengan begitu keji, tak membiarkan Ku pergi dan terus memuaskan nafsu bejatnya hingga dia puas, padahal sebelumnya aku hidup dengan kenyamanan Dan perlindungan ketat yang diberikan oleh ayah sekaligus kak Alan, meskipun kak Alan adalah anak angkat ayah tapi dia begitu menyayangi Ku layakanya adik kandung sendiri. Tapi .....kini semuanya terasa sangat jauh. Aku yakin ayah Dan kak Alan pasti cemas dan apalagi jika mereka tau kalau pria yang bernama Nicolas itu telah melecehkan aku, memperkosaku juga menculik ku, siapa Nicolas ?, aku saja baru tau dia... Pria yang tak punya hati memperlakukan aku layaknya boneka untuk memuaskan kenikmatannya yang penuh dengan nafsu, hidup dan matiku ada ditangan pria itu sekarang, selama hidupku tak ada pria mana pun yang bisa dan menyetuhku tapi kini ....hatiku terasa perih Dan tersayat penuh dengan rasa sakit juga ketakutan, aku butuh kak Alan Dan ayah untuk menyelamatkanku, aku butuh mereka berdua untuk membebaskan aku dari sekapan pria itu, aku berharap ayah Dan kak Alan tau kondisi Ku Dan keberadaanku aku sangat yakin mereka pasti mencariku. Tolong aku ayah ...lindungi aku kak Alan .... **** ****     Hendra tampak cemas di kediaman nya, keresahannya akan putri semata wayangnya yang kini dia tau akan kondisi putrinya itu tengah di culik oleh musuhnya Nicolas, Alan pun tampak mencoba menenangkan ayah angkatnya yang benar-benar membuatnya juga frustasi membayangkan kekejaman Nicolas pada anisa yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri, selama ini hendra selalu melindungi putrinya, tak satupun bisa bertemu dan mengajaknya sesuka hati, karena hendra memprioritaskan putrinya itu lebih dari segalanya, hendra benar-benar tidak akan sanggup jika kehilangan putrinya itu, cukup hanya kejadian 14 tahun yang lalu dia kehilangan istri sekaligus ibu dari putrinya, ketika terjadi gencetan senjata antara dua kubu geng mafia mau tidak mau hendra harus mengorbankan nyawa Elisa demi menyelamatkan anisa yang kala itu usianya masih tiga tahun. Dan semenjak itulah anisa selalu dijaga ketat oleh para pengawal khusus untuk menjaga serta merawatnya, tapi kali ini hendra kecolongan seakan kejadian 14 tahun yang lalu terulang kembali, dimana letak kelemahan terbesarnya kembali menjadi sasaran musuhnya, menjadikannya alat untuk menjatuhkan kekuasaannya, lebih baik hendra sendirilah yang menghadapinya dan mengorbankan nyawanya dari pada harus melibatkan putrinya dan membahayakan nyawa putri kesayangannya itu. "Nico memiliki syarat untuk membebaskan anisa yah ..!" "Apa syarat si prasit itu ?" "Seluruh pabrik mesium dan persenjataan di dermaga" "BAGSATTTTT !!!"  Hendra tampak berpikir keras, Nicolas adalah pria yang sangatlah licik bagaimana dia bisa menukar putrinya sedangkan pabrik-pabrik tersebut hendra bangun dari nol hingga sebesar sekarang, seharusnya ria tak perlu mau bekerja sama dengan perusahaan senjata milik Nicolas, jika pada ahirnya berujung seperti ini, hendra tampak sangat marah dia pun tak bisa melepas kan sesuatu miliknya yang susah payah dia dirikan sampai memperkuat posisinya di lebah kegelapan. Hendra kemudian membuat rencana dengan seluruh anggotanya sekaligus para pengawalnya terhandalnya untuk melumpuhkan Nicolas atau bahkan membunuhnya, Dan menyelamatkan putrinya Dan tetap memiliki semua kepemilikan pabrik-pabrik yang telah memberinya pundi-pundi kekayaan Dan kemewahan dalam hidupnya. *********    Tubuh anisa remuk redam, begitu kesadarannya kembali lagi setelah persetubuhan penuh gairah dan sangat panas begitu juga sangat brutal yang di terimanya beberapa jam lalu membuatnya kembali meneteskan air matanya, anisa menjerit pilu, teriakannya begitu perih merasakan sakit disekujur tubuhnya, anisa histeris Kala mendapati darah yang begitu tercetak jelas di seprei tempatnya Berbaring dengan tangan yang masih sama, terikat kuat di atas ranjang, darah Dan seperma yang tampak mengering di paha Serta bagian bawah perutnya membuatnya jijik dan tak sanggup untuk menerima apa yang telah terjadi pada dirinya, seakan akan Tuhan tengah menghukumnya dengan dosa yang tak pernah ia lakukan. Nicolas tampak memperhatikan gadis yang sekarang menagis di ranjangnya tanpa mengenakan sehelai benag pun dan melihat gadis itu penuh ketakutan, tubuhnya terlihat bergetar dengan hebatnya, jika nico boleh jujur dia saat ini tergoda dengan tubuh nisa yang telanjang namun entah kenapa rasa kasihan dan iba mulai menyelimuti hatinya, baru kali ini dia mendapatkan kenikmatan dari ranjangnya setelah berkali kali dia memiliki boneka kenikmatan yang ia sewa sebagai pemuas nafsunya namun anisalah yang sanggup memusakannya dengan kenikamatan v****a surgawinya. Nico dengan setelan jasnya begitu rapi perlahan menghampiri anisa Dan duduk di sebelah ranjang "apa masih sakit ?" tangan kekar itu pun terulur untuk merapilan helaian rambut anisa yang tampak menghalangi wajah cantik nan manis milik anisa, namun Dengan cepat anisa berusaha menolak tangan terebut dan membalikan wajahnya ke arah yang lain, nico tak marah akan hal itu, kemudian dirinya pergi ke kamar mandi yang tersedia di kamar bawah tanahnya itu, dan kembali ke arah ranjng membawa baskom kecil yang berisikan air hangat juga handuk kecil di tangannya, penampilanya pun terlihat berbeda jas hitamnya sudah ia lepaskan dan hanya memgenakan kemeja nya saja yang berwarna biru navy dan celana hitam bahannya. Dengan segera nico menarik seprei yang kotor penuh darah itu dan membuangnya asal, nisa hanya mengeleng gelengkan kepala merasa takut jika nico akan menyetubuhinya kembali "kau mau apa ?, tolong jangan lakukan itu lagi" ucap nisa dengan bergetar hebat dan terus terisak hingga tangan nico itu terulur dengan handuk basahnya menyeka membersihkan setiap inci tubuh nisa solah olah tengah menghapus setiap pergulatan jejak yang nico lakukan. Setelah selesai nico juga hendak melepaskan ikatan yang membelengu tangan nisa "akan ku lepaskan ini....tapi berjanjilah untuk tetap tenang dan jangan memberontak,..jika kau lakukan aku akan benar-benar membunuhmu" dan dengan segera nisa menganguk patuh atas perkataaan yang terlontar dari nico, entah kenapa nisa justru mersa nyaman akan perlakuan nico dan rasa ketakutanya sedikit demi sedikit menghillang, Dan nico menyigrai penuh kemenangan kala nisa mematuhi perintahnya dan segera melepaskan ikatan tersebut Dan menutup tubuh nisa menggunakan kain selimut yang masih bersih di sana, namun ketika nico beranjak untuk meningalkan ranjang justru anisa mencengram bahunya dan memeluknya Dari samping dan menangis. "Aku mohon bunuh saja aku ...bunuh aku tuan hiks..hiks...aku tidak lah lagi suci dan berharga untuk dimiliki oleh pria manapun , tuan ...kau mengambilnya dariku secara paksa,...hiks..hiks tolong bunuhlah aku saja" nisa sudah sangat putus asa dan menganggap bahwa dirinya tak lagi berharga dan lebih baik mengahiri hidupnya saja, itu lebih baik. Namun dengan segera nico memegang dagu nisa untuk bertatap muka dengannya, dan melihat jelas netra yang sayu yang membuatnya sangat lemah. "Kau sangat berharga untuk ku jadi tetap hiduplah" kemudian jari nico mengusap bibir nisa dan menempelkan bibirnya ke bibir manis milik nisa, nico mulai kehilangan kontrolnya dan lidahnya mulai bermain kedalam mulut nisa mengapsen setiap giginya dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu namun anehnya nisa justru menerimanya Dan membalas setiap lumatan dan ciuman yang dilakukan nico, sejenak nico mengbil nafas beserta nisa memandangi nisa dengan ada pertanyaan di benaknya, kenapa gadis ini menerimanya ?, tapi Karena gairah nafsumya sudah ada dipuncak dengan segera nico mulai memulai permainan yang akan membawanya kepada kenikmatan. Dengan cepat setelah puas mersai bibir nisa yang manis nico turun Dan menjilati leher nisa mencubunya kembali dan memebri tanda kepemilikan disana, turun ke ceruk lehernya "Arhhhhhhhhh" dan nisa kembali pada buaian yang diberikan nico padanya hingga desahan terkutuk itu lolos dari rongga pita suaranya "pangil nama ku sweety..,nico" kemudian nico menyigrai sambil melirik nisa dari bawah yang sudah larut dan hanyut dalam permainanya, nico segera mengulum dan pempermainkan p******a nisa dan tangan satunya lagi sudah mulai turun dan menyentuh k******s yang mulai basah dan sesekali memasukkan jari tengahnya masuk pada l**************n milik nisa "nic ...ahhhhh cuk-" kalimat nisa menggatung Karena dengan segera nico langsung mencium bibir nisa kembali dan semakin mengocok jarinya ke liang v****a nisa dengan cepat Dan "Ahhhhhhh ...hhhhh" tubuh nisa menggelinjang merasakan pelepasannya, nico menarik jarinya setelah ia merasakan liang v****a itu berkedut hebat, nico menyuruh nisa untuk membungkuk dan nico hendak memasukkan kejantananya yang telah bagun Dan berdiri tegak meminta di puaskan dengan gaya doggy style, nisa yang mersakan batang nico yang mulai menerobos liang kenikmatanya meringis karena masih merasakan nyeri di area tersebut "awawahhhh...nic setttt ..sa..kit" kemudian nik sedikit menghentikan batang juniornya yang baru masuk setengah jalan, "tahan sweety" kemudian dengan cepat nico menekan batang juniornya dengan sekali tekan dan nico pun menggerang penuh nikmat Karena dengan segera liang vegina milik nisa berdenyut cepat dan dengan segera nico mengoyangkan pinggulnya dengan cepat dan kasar dan sungguh liang milik nisa yang masih sempit sekali membuatnya gila, "ahhhhhhhhhh...arhhhh..arahhhh ahh...hhh nic...Pel..an..pelan..ahhhhh...hhhh" ucap nisa yang terbata sambil memegang tangan nico yang menyangga tubuhnya untuk tidak terjatuh dan satunya lagi memegangi p******a nisa dan juga terus menciumi punggung nisa yang mulus "ahh..a ahh..ahh" gerangan nikmat dari suara besar nico yang sudah mulai tampak kesetanan dengan kenikmatan yang di perolehnya dan terus menghujam liang v****a nisa sampai pada pelepasnnya menyemburkan benih miliknya hingga menyebur keluar meluber jatuh pada kasur dan s**********n nisa dan nisa langsung terkulai lemas saat mereka bersamaan memperoleh pelepasan. Tapi ...sepepertinya batang kejatanan milik nico masih terus membesar seakan meminta lagi dan dengan cepat nico meraih punggung nisa dan merubah gaya menjadi spun shoulder, memasuk kan kembali batangnya ke liang v****a nisa dan terus mengoyangkan pinggulnya kembali dengan kasar dan nikmat nisa terus merancau dengan desahan tak karuan dan nico pun juga menggerang, nisa terus memegangi tangan kekar dan besar milik nico yang meluknya dari belakang dan tangan nico pun juga terus bergerak meremas p******a nisa dan tangannya yang satu lagi memberi kenikmatan yang lain di k******s nisa yang basah dengan cairan kenaikmatan yang bercapur dengan seperma milik nico, nico terus terus menghujam liang v****a milik nisa hingga pada ahirnya pelepasan tersebut terasa di ujung kepala dengan cepat nico merubah posisinya dengan nisa yang berada di bawahnya dan mengangkat kaki nisa ke atas Dan menggoyangkan kembali pinggulnya "Ahhhh hhhh...ahhhhh..ahh nic ..ahh" dan nico mendapat pelepasannya kembali dan menyemburkan benih sepermanya lagi ke dalam rahim nisa, seolah nico memang sengaja ingin membuat gadis kecil nan manis itu untuk Hamil Dan mengandung anaknya, setelah itu nico ambruk di tubuh nisa yang berada dibawahnya, memgecup kening nisa dengan sayang "aku menyukaimu nisa kau sangat nikmat...kau wanitaku, aku akan meminta mahendra untuk menyetujui pernikahanku denganmu" setelah nico berucap tepat pada telinga nisa, mereka berdua tertidur pulas dengan saling berdekapan satu sama lain, seilah anisa telah menyerahkan semuanya pada pria yang bernama Nicolas itu untuk memilikinya. Walupun sebenarnya masih Ada rasa takut pada penculiknya itu namun entah kenapa justru nisa merasa nyaman berada di dekatnya dengan prilakunya yang berbeda, jika melihat sekilas Nicolas bukanlah pria yang buruk, ada banyak tato ditubuhnya yang kekar sekaligus bekas luka yang ada dimana mana, wajahnya pun cukup tampan walupun juga sorot matanya sangat tajam dan menakutkan, persaan asing yang mulai terasa di d**a anisa dan muali menggangunya, munginkah aku mulai memiliki rasa pada Nicolas padahal jelas-jelas nico mungkin hanya memanfaatkanya saja untuk memenuhi keinginan liciknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN