PLAKKKKK.....
Tamparan yang diarahkan di pipi nisa oleh tangan besar dan berotot itu kemudian menjambak rabut nisa dengan sangat kasar, nisa mulai merasa ada yang aneh dengan sikap nico yang sebentar baik, sebentar jahat dan kadang-kadang juga seperti bayi, nisa berusaha sebaik mungkin menghadapi orang seperti nico meskipun juga dia hidup pun tidak akan berharga tapi setiap nisa ingin mengahiri hidupnya yang telah hancur nico selalu berhasil menggagalkannya dan disinilah temapat nisa berada dan entah samai kapan, benar jangankan pergi melihat matahari ataupun rembulan saja nisa tidak memiliki kesempatan dan dia tidak tau sudah berapa lama dirinya terkurung dengan belengu nafsu yang di miliki nico, "a..ampun tuan aku mohon hentikan" isak tangis nisa yang semakin menjadi justru membuat nico semakin geram Dan menyeret tubuh nisa ke kamar mandi, menyiram tubuh nisa dengan air dingin, sedingin es yang terus menerus hungga membuat tubuh nisa menggigil Dan terasa perih dimana mana SEPELEHHH... Cambukan yang di arahkan di paha nisa membuaatnya merintih tanpa bisa melawan, nisa hanya mampu menerima cambukan demi cambukan yang dilayangkan nico padanya, bibir nisa mengigit bibir bawahnya menahan setiap rasa perih yang ia dapatkan dari cambukan ikat pinggang nico "Aaarkkhhhhhhh..apmm..pun tuan ...t..long hentikan hiks..hiks.." Jeritan nisa dan memohon untuk nico supanya menghentikan siksaannya, nico lalu membuang ikat pinggang nya dengan kasar Dan menarik kembali tubuh nisa ke ruang kamar Dan menghempaskan tubuh nisa dengan kasar ke lantai "hiks..hikes...ampunnnn hike...apa salah Ku ?" Nisa hampir hampir tak mampu untuk berdiri Karena darah segar terus mengucur dari kakinya yang di cambuk oleh nico dan sekali lagi nico memukul wajah nisa sangat kasar hingga sudut bibir dan hidung nisa mengeluarkan darah "JALANG SIALANNN !!!,KAU TAU ATAHMU ITU TELAH MERUSAK JALUR KU UNTUK MENJUAL SEMUA BARANG KU DAN KAU MANIS HARUS MEMBAYARNYA ATAS PERBUATAN SI TUA BANGKA MAHENDRA KAU PAHAM" mata nico membelalak Dan penuh amarah Dan sekali lagi melayangkan pukulan tepat pada wajah nisa kembali Dan nisa merintih merasakan kesakitan Dan nuco mencekik leher nisa dengan sangat kuat, nisa terus berusaha untuk berbicara pada soaok nico yang bak iblis di depannya "hiks...hiks..hiks...,b..u..nuh aku ..kalau beg.gi..tu ..a..gar a..aku ..t..i....dak ..merasakan ..sakit..o..leh ..siksaa an ..mu" perlahan nisa memejamkan matanya seiring kuatnya cengraman dilehernya itu namun seketika nico langsung melepaskan tangannya dan memeluk tubuh tak berdaya nisa dalam dekapannya "maaf ..maaf ..nisa " suara lembut nico tiba-tiba saja terdengar seolah olah pria itu memiliki kepribadian ganda.