Belengu ll

828 Kata
           Mata nisa perlahan membuka kesadarannya merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya "Aaawww" tubuhnya sangat sulit digerak kan dengan susah payah nisa memcoba untuk duduk dan mendapati perban yang telah melilit pangkal kaki hingga pahanya Dan pergelangan tangan sebelah kanan nya pun juga berbalut perban. Pandangan nisa yang nyalang megarahkannya pada penjuru ruangan di mana tempatnya di sekap oleh pria j*****m itu, nisa menundukkan kepalanya dan menumpu pada kedua telapak tangannya, ia menggis dan menjetit sejadi jadinya merasakan apa yang telah terjadi padanya tadi, bukankah mati itu jauh lebih baik dari pada harus tersiksa dengan siksaan yang amat sangat pedih, samapi kapan nisa akan mengalaminya ?, rasa sesak di d**a dan sakit atas perbuaran b***t nico membuat nisa benar-benar tersiksa. Terlintas di benak nisa untuk kabur dari ruangan itu ketika tidak ada nico, saat dirinya sendirian namun sekarang untuk berjalan pun nisa harus berusaha keras, nisa bubukanlah gadis yang patang untuk menyerah namun belengu nico seakan akan membuat nisa hilang akan sebuah harapan, nisa berdoa agar Tuhan mau dengan senag hati segera mencabut nyawanya agar tidak merasakan kepedihan atas siksaan yang diberikan oleh nico terhadapnya. "Kau sudah bangun rupanya" suara itu yang belakangan sangat familiar di telinga nisa belakangan ini membuatnya bergetar sekaligus kaget, nisa mendapati pria itu telah berdiri dekat pintu yang digunakan nico setiap dia ingin masuk ataupun keluar, dengan acuh nisa tampak mengalihkan padangannya ke arah tembok, nico yang tampak tak suka dengan sikap yang ditunjuk kan nisa kemudian menyeaap rokok yang menapit jarinya dan menuju rajang dimana nisa tengah duduk, segera nico menjabak rambut nisa hingga kepalanya mendongak ke atas nisa mersakan seolah rambutnya seperti tercabut dari kulitnya, nisa hanya bisa meringis menahan sakit di kepalanya itu "JALANG CILIK SIALAN !" umpat nico pada nisa yang tidak mau menatap wajah nico, nico kembali menyesap rokoknya dan asapnya ia keluarkan teapat pada wajah nisa dan itu membuat nisa terbatuk batuk, nico tertawa keras dan menakutkan, tangan nico mulai menjulur pada pipi nisa yang merah dan dengan senggan menamparnya kembali hingga pipi nisa yang merah bertambah merah menyala sekali lagi nico tampak tertawa puas dengan apa yang dilakukannya pada nisa, nisa menggis diam tapi air matanya terus mengalir dari sudut matanya menahan perih dan rasa sakit itu kembali, jari jari nico mengusap bibir nisa dengan kasar memperhatikan luka yang tapak membiru tapi dengan ketidak perdulian nico, nico langsung menempelkan bibirnya ke bibir nisa yang belakangan ini menjadi candu untuknya. "Memmmppp" nisa berusaha menutup rapat mulutnya mencegah lidah nico masuk menerobos rongga mulutnya, nico yang mulai geram atas penolakan tersebut menjambak kembali rambut nisa mengarahkan batang rokok yang diraih tangan nico dengan ujung masih menyala ke wajah nisa "lakukan permainan Ku atau api ini akan membakar wajah mu" ancam nico pada nisa, nisa pada ahirnya hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab paksaan nico dengan segera nico mencecak api pada rokonknya dan membuangnya asal dan mulai mengecupi leher nisa, pindah ke p******a nisa dan dengan kasar nico melucuti pakaian nisa yang baju tersebut nico berikan untuk nisa pakai dan nico sendiri melucuti pakaiannya sendiri mengulum bibir nisa Dan mengoyaknya dengan lidah Dan mecumbui lehernya dengan memberikan tanda kepemilikan disana, memainkan p****g s**u nisa yang berwarna merah kecoklatan mengulumnya,mengigit, dan memilin keduanya. Nisa hanya terisak dengan tangisannya, nisa sungguh tidak mempercayai jika nico masih mampu dan tega menyetubuhinya kembali dengan keadaan yang sangat tidak berdaya dan sungguh memperihatinkan, untuk sekedar bergerak saja nisa tidak mampu seakan tulang-tulangnya remuk tak tersisa, dengan tega nico mulai mengangkat kaki nisa menggunakan s*x gaya guntung, nico segera melesakkan b***************n miliknya sedalam mungkin ke liang v****a nisa yang sangat nikmat dirasai oleh b***************n milik nico, "Argkhh" gerang nico, "Arkhhhhhhh ..ahh.ah" nisa pun mulai mendesah merasakan batang milik nico itu memenuhi liang vaginanya dan mengobok obok perut nisa dengan goyangan pinggul nico yang keluar masuk ke dalam inti vaginanya "ahh...ahh..aw..." Desagan nisa Dan rasa sakit yang berbaur jadi satu namun nico justru semakin karas Dan kasar "Ahhhhh kau nikmat nisa...ahh...nikamat" gerang nico, nisa mulai merasakan panas di dalam vaginanya menandakan nico akan segera mendapat pelepannya "ahhhh...ahh.haha...s..sa..ki..it ..ahhhhh memmppp..sa..k..kit" nisa merasakan sakit di kainya dan vaginanya merintih meminta belas kasihan Dari nico, namun nico terus mengoyangkan punggulnya makin cepat dan saat merasai pelepasannya sudah di ujung segera nico mencabut batang kejatanannya Dan mengarahkan tepat pada muka nisa Dan menyemburkan cairan seperma benihnya yang berwarna putih kental dan sangat banyak, dan nico juga dengan tega menyuruh nisa membersihkan seperma yang masih berada di batang kejatanan nico dengan mulut nisa paksa. "KAU MILIK KU..,INGAT ITU", nico segera berajak ke kamar mandi, sedangkan nisa masih menagis dalam diamnya, air mata itu seakan tak mampu untuk berhenti dan terus mengalir deras, nisa berpikir jika nico masih memiliki sisi baik Karena waktu itu nico masih mengngasasihaninya, miliki pelung untuk terbebas dari belengu sekepan nico tapi kini nisa tau bahwa dia tidak memiliki harapan lagi. Namun dalam sedikit hatinya juga ada keyakinan bahwa ayah dan kak Alan pasti akan menolongnya Dan membawanya pergi Dari pria bajigan yang bernama Nicolas itu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN