Lebih baik mati

750 Kata
Jarak antara hidup dan mati sangatlah dekat, bahkan kepuasaan nafsu pun bisa menjadi alasan kematian, ketika sebuah harapan pupus Karena kehampaan Dan rasa kasihan justru berujung oleh siksaan baik dalam hati maupun fisik, sesak atas belengu seseorang iblis dibalik wajah rupawan Nicolas. Nisa terus mengamati sisi ruangan yang di gunakan oleh nico untuk menyekapnya, tak ada jendela hanya Ada pintu dua sisi dimana nisa kerap melihat nico yang keluar masuk melalui pintu tersebut, apapun yang terjadi nisa harus bisa melarikan diri dari ruangan tersebut, dengan sedikit susah payah nisa berdiri dan melangkah Karena pergelangan kakinya yang sedikit bengkak, hampir setiap harinya nico selalu membawakan keperluannya baik makan ataupun pakian ganti, tidak ada satupun pengawal ataupn pelayan yang membawakannya seolah nisa tak boleh di lihat, di samapa maupun bertemu dengan orang. Nisa terus berjalan tergopoh dan meneteskan peluhnya menahan sakit, mungkin alangkah baiknya dia mati tanpa harus kuatir merasakan sakit, namun nisa masih berat untuk itu kala ingatan nya bertumpu pada seorang laki-laki tua yang selalu menjaganya, ayahnya itu bahkan tidak segan membunuh orang yang melukainya ataupun dengan segaja menyakitinya dan nisa yakin jika bisa keluar dari kamar terkutuk ini nisa akan mengadukannya pada ayahnya untuk membalas semua perilaku nico yang melecehkannya Dan memperkosanya begitu sangat keji, danalan pasti akan membuat hidupnya hancur. ...... Disuatu sisi nico tengah asik memperhatikan laporan-laporan mengenai pabriknya yang menyediakan peralatan persenjataan, Dan juga sambil menyesap batang rokoknya. nico tengah menyungngingkan senyumnya Kala mengetahui jika hendra menyetujui persyaratannya yang boleh di bilang sangat menguntungkannya termasuk dapat menjerat nisa untuk bisa menjadi wanitanya. Namun dirinya juga tidak boleh lengah begitu saja dengan kepasrahan hendra yang pada ahirnya menyetujui persyaratan yang diajukan olehnya Karena mungkin saja hendra tengah merencanakan sesuatu yang akan menjebaknya dengan pertemuan yang akan dilakukan atau bisa di sebut transaksi yang sangat menguntungkan. Daton yang menjadi tangan kananya pun juga sempat mengingatkan jika mungkin saja pertemuan ini justru akan berujung dengan perang darah jadi apapun yang terjadi nanti antaranya dan hendara maka nico menwaspadakan sekuruh pengawalnya untuk siap siaga dan waspada dengan keadaan yang terburuk sekalipun. Tak lama nico melirik arlojinya yang menunjukan jam makan siang. "Danton seperti biasa bawakan aku 2 porsi makanan berserta air meneral" "Baik" Di balik pintu yang terjegat tembok ada seorang wanita yang tengah penasaran akan suruhan nico pada danton yang tak sengaja dia menguping, rasanya heran saja jika nico sampai memesan 2 porsi, apakah nico serakus itu atau satu porsi lagi untuk danton, sejak kapan itu terjadi dan Karena rasa penasarannya merry tidak jadi menemui tuannya itu Untuk menanyakan sebab telah lama tak datang ke klabnya untuk minum dan membeli jasanya untuk menemaninya. Tak lama merry melihat danton yang menyerahkan kotak yang terbungkus plastik dan sebotol air mineral berukuran besar, setelah nico menerimanya merry melihat langkah nico yang meninggalkan ruangannya dan Karena rasa penasarannya merry mengikuti langkah kemana nico akan menuju. Nisa terus berusaha untuk berdiri namun langkahnya terhenti Karena terjatuh bahkan sebelum melangkah nisa harus bersusah payah untuk bangun, dalam hati nisa terus mengutuk keadaan kenapa dirinya harus selenah ini dan nisa benar-benar ingin mati saja Dan tangisnya terus berdesir, kemudian jantungnya  sungguh terlonjak saat mendapati nico yang telah mengangkat tubuhnya ala bridal Dan menempatkannya di ranjang. "Sweety apa yang sedang kau lakukan tadi ?" Namun nisa hanya diam Dan memandang nico dengan rasa benci dan jijik  "Makanlah ini sudah waktunya makan siang, aku tidak mau kau sampai kelaparan Dan tidak memiliki tenaga...jika begitu kau tidak bisa melayaniku, mengerti !"  Namun sekalai lagi nisa hanya diam Dan menyorot dengan tapatapan tajam pada nico, justru nico semakin gemas saja melihat wnitanya itu dan justru kini dirinya lapar hendak ingin nafsunya di kenyangkan oleh nisa. "Baiklah jika kau terus bisu..setidaknya makanlah dan jangan menatapku seperti itu, kau justru membuatku lapar ..apa kau ingin aku menerjangmu lagi di ranjang hm ?" Dan dengan tidak tau malunya nico justru berdiri dan mengesek gesekkan kejantanannya pada pipi nisa meskipun masih terbungus dengan celana hitam bahanya, nisa merasakan jika kejantanan milik nico makain lama makin mengeras dan sangat besar tapi nisa hanya diam dan tak melawan sedikitpun Karena jika nisa melawan pun nisa tak dapat mengimbangi tenaga nico, setelah puas akan aksinya nico beranjak dan meninggalkan nisa kembali namun sebelum nico pergi nisa sempat mengatakan. "Pria berengsek, jika Tuhan masih mau mengijinkan aku untuk hidup..maka aku pasti akan membunuhmu" Nico menilehkan kepalanya dan mendengar ucapan Dan umpatan nisa, dia hanya menganggapnya sebagai bulan nisa saja dan kemudian tersenyum sumiring Dan meninggalkan nisa seorang diri lagi di kamar itu 'jika kau bisa' kata nico dalam hati. Dan tanpa kesadaran nico merry telah membuntutinya dan melihatnya masuk di ruang bawah tanah tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN