An angel but a bitch
Apa selalu harus wanita menjadi sasaran laki-laki sebagai alasan untuk melunak kan hati mereka ?, apa selalu wanita harus di beri pelajaran setimpal menyakitinya bahkan melukai fisiknya ketika melakulan kesalahan ?, apakah selalu wanita yang dianggap lemah sehingga laki-laki bisa seneknya memperlakukan mereka melecehkan bahkan memperkosanya. Pada dasarnya wanita bukanlah sosok lemah yang hanya bertumpu pada tangisan tapi mereka lebih mengutamakan hati serta perasaan. Jadi benarkah pantas seorang wanita dijadikan b***k nafsu untuk para srigala lapar ?, selalu ingatlah bahwa tanpa seorang wanita maka laki-laki tak akan ada apa-apanya, sebab wanita juga akan menjadi racun yang ampuh membunuh perasaan sekaligus hati seorang laki-laki dengan waktu yang singkat
Nisa dengan tatapan kosongnya hanya memandang selimut yang ia kenakan bahkan nisa tak mampu berpikir jernih sekarang, di dalam benaknya hanya ada dua pilihan yaitu kabur lari dari tempat yang menyekapnya atau lebih baik mati saja, rasa putus asa itu pun terus bergelanyut dalam benaknya tatkala tak satu pun celah yang bisa ia jadikan sebagai jalan keluarnya, mungkin nico menyekapnya hampir satu bulan ini, pria itu bahkan hampir setiap hari datang hanya untuk menyalurkan nafsunya, kadang sikapnya baik tapi kadang pula sikapnya mendominasi kasar dan menyiksanya hingga terluka cukup parah. Nisa seolah telah pasrah saja dengan keadaanya, pernah dirinya berniatan untuk bunuh diri namun nico malah menyelamatkannya, seolah dirinya tak mau kehilangan nisa, namun nico juga sering menggangapnya hanya seperti barang atau bahkan mainan lego yang di permainkan di susun rapi namun di robohkan lagi hingga tak berbentuk apapun.
Di ruangan yang lumayan dingin itu nisa hanya berbalut dengan kemeja biru milik Nicolas yang tentu saja sangat kebesaran olehnya Karena tubuh mungil nisa yang jauh lebih kecil dari pada nico, dalam pandangan nisa, nico adalah bentuk moster sekaligus devil, nisa terus membayangkan apa-apa saja yang dilakuakn oleh pria itu seakan memutar kaset lama di kepalanya, tubuh nisa pun mulai tampak tirus dan kurus, nisa hanya ingin kembali bersama kakak sekaligus ayahnya dan kalaupun itu tidak bisa harapan nisa hanya ada pada kematian entah kematian di tangan pria iblis itu atau dirinya sendiri yang akan mengahiri hidupnya.
Lamunanya pun buyar tatkala pintu besi kokoh di hadapanya terbuka Dan ia berpikir jika dibalaiknya sudah ada nico yang siap untuk menyiksanya, namun tebakkanya terbantahkan saat melihat wanita berdres bunga-bunga selutut tanpa lengan itu menghampirinya. Nisa jelas telah berancang acang untuk melawanya jika dia adalah suruhan nico untuk melukaianya.
"Tenaglah...tidak perlu takut, aku merry"
"K...kau, a..aku tidak mengenal mu"
"Aku kekaaih Alan kakakmu dia meminta tolong padaku untuk menolong mu"
"K..kak..kakak Alan yang menintamu, apa buktinya ?"
Kemudian merry menunjuk kan sebuah handkerchief bertuliskan huruf inisial kakanya itu AK singkatan dari Alan keyhan, dan rajutan lambang ponix yang sangat ia kenal.
"Aku sangat kenal dengan Nicolas dan Karena Alan adalah kekasih Ku, aku membatunya..,kau cepatlah pergi dari sini, aku akan mengurus semuanya”
"T..tapi aku tidak tau ke arah mana aku harus pergi ?" Tanya nisa yang tampak bingung membuatnya main tidak sabar
"Ini ..kamar ini di bawah tanah kau ikuti saja lorong setelah kau keluar dan jika sudah menemukan lorong yang bercabang maka ambillah arah ke sebelah kanan Dan itu akan membawamu ke arah tebing bibir pantai dan aku telah menghubungi Alan, dia akan menunggumu disana"
Saat nisa hendak beranjak dia mengcekal pergelangan tangan merry dan mengajaknya sama-sama pergi, namun merry mengelengkan kepalanya .
"Kenapa ?"
"Karena aku bekerja untuk Nicolas sebagai pelacurnya...aku juga mata-mata,aku Ada di pihak ayahmu.,kau pergilah, aku bisa menagani ini"
"Terima kasih dan kau hati-hati"
Nisa langsung beranjak dari posisinya yang merangkul tubuh merry dan dengan berat hati meninggalkan merry begitu saja meakipun merry mengatakan bahwa dirinya dapat mengatasi masalah tersebut.
Dengan keceparan nisa berlari sambil menangis, tidak menyangka dirinya bisa keluar dari sarang latnat itu, dan arahnya telah samapai pada lorong dan mengambil jalan kanan, hampir saja nisa terjatuh sangking kencangnya dia berlari hingga Hampir lupa dengan rasa sakit dari kakinya, setelah jauh berlari kini nisa telah tampak sinar cahaya dari sorot matanya ,berlari dan pada ahirnya dia sampai pada tebing bibir pantai yang cukup curam namun tak menemukan sosok kakanya disana sampai pada ahirnya nisa mendengar suara yang tak asing di telinganya.
"WOYYYYYYY !, di bawah sini" kemudian nisa memgedarkan pandangannya di bawah tebing dan mendapati kakaknya menggunakan sports bot
"Bagaimana caranya aku turun kak ?"
"Loncatlah ,CEPAT !"
"HAH ????"
Dan dengan segera anisa meloncat dengan keberaniannya, "BYURRRRR" air nya cukup dalam untung saja tidak ada Karang yang menghalangi Dan dengan segera Alan menarik tangan adiknya Dan segera melajukan sports bot nya melaju membelah lautan meskipun Dengan keadaan cemas bercapur lega oleh keduanya.