Kenyataan pahit

938 Kata
Kenyataan pahit..... Sesampainya di kapal yang berukuran sedang namun di penuhi oleh banyak perabotan mewah di dalamnya bak hotel Alan langsung memeluk tubuh adik angkatnya itu, Anisa yang sudah amat sangat dia rindukan dan membuat Alan selalu kuatir dengan keadaannya kala di sekap oleh Nicolas. Alan yang mendapati adiknya yang tersedu-sedu menagis di pelukannya kemudian menangkup pipi anisa dengan penuh kasih namun amarahnya tersulut ketika mendapati wajah tirus sang andik yang di sudut bibirnya membiru seperti bekas tamparan dan pukulan serta mata Alan terus mengamati tubuh anisa yang begitu rapuh bahkan pergelangan kaki serta dengkulnya juga memar tadi pun Alan juga melihat jika jalan anisa yang pincang. Maka sungguh Alan kiki perasaannya mulai geram dengan sesuatu hal yang dirinya dengar dari mulut anisa jika Nicolas si pria k*****t itu telah memperkosa dan melecehkan anisa. Dengan perasaan bencinya Alan bersumpah akan membalas dendam atas apa yang diperbuat oleh Nicolas pada Anisa adiknya. Anisa kini bersama Joe, Joe sendiri adalah doctor peribadi keluarga mahendra dan memang telah diperintahlan oleh hendra sendiri untuk menemani Alan jika saja terjadi sesuatu pada Anisa anaknya maka dr. Joe bisa segera memberikan pertolongan pertama pada Anisa ataupun Alan. Dan kiki Dr.Joe sedang memeriksa kondisi anisa yang tubuhnya telah luruh di ranjang karena kelelahan dan traumanya terhadap kejadian yang menimpanya. "Bagaimana keadaan anisa Joe ?" "Pergelangan kakinya sedikit bergeser dan perlu perawatan yang baik, aku rasa adikmu mengalami trauma yang cukup parah Al karena mengalami pelecehan seksual bahkan aku melihat sepertinya jiwanya tengah bergejolak, kita harus hati-hati sekali karena bisa jadi anisa dapat bunuh diri karena depresi jika frustasi mengingat apa yang terjadi padanya" Tutur panjang lebar Dr.Joe pada Alan dan menepuk pundaknya. Alan berusaha untuk tegar menerima kenyataan Pahit yang ia dengar jika Anisa mengalami pelecehan dan Alan benar-benar akan menghancurkan Nicolas nantinya, tangan Alan kemudian mengepal kuat "keperat kau nic !, tunggu saja..pembalasanku akan jauh lebih indah lagi dari pada apa yang kau lakukan pada adiku" Alan kemudian menemani anisa yang tengah tertidur Karena tugas Alan belum selesai, sesampainya di darat nanti dia akan menyusul ayahnya ke gudang persenjataan untuk bernegoisasi dengan Nicolas sekaligus membicrakan tentang anisa yang pada negoisasi sebelumnya mengatakan jika Nicolas akan menikahi anisa, namun Alan sangatlah tau jika Hendra pasti tidak akan setuju dengan hal tersebut. "Dr.Joe sebentar lagi kita akan sampai di pelabuahan, persiapkan dirimu menghadapi Nicolas dan anak buahnya jika nanti saat kau membawa anisa ada yang menyadarinya maka bawalah ini" ucap Alan sambil mengeluarkan senjata api dari salah satu tas kerja yang di bawa Alan . "Baik...,aku akan membawa nisa pada ibu mu sesuai dengan perintah yang sudah di berikan pada ku oleh Tuan mahendra..,kau hati-hati Alan " jawab Dr.Joe pada Alan yang di angguki oleh Alan setelah itu dan sedangkan Anisa masih tertidur Karena kondisinya yang sangat lemah, kemudian Dr.Joe seperti mengingat sesuatu tentang merry dan dengan beraninya dia bertanya sebab Dr.Joe juga menghuatirkan keadaan dari marry kekasih Alan yang sudah mau melancarakan misi penyelamatan Anisa. "Al ...emm bagaimana dengan marry, apa kau tidak cemas jika terjadi sesuatu padanya nanti ?". "Aku sangat percaya padanya, dia bisa menjaga diri dengan baik joe, Alkas akan menjaganya untuk ku". Kemudian Alan tersenyum bak iblis mengetahui sifat kekasihnya itu yang kemampuanya cukup membuatnya semakin jatuh cinta, meskipun Alan mengetahui pekerjaan kekasihnya itu, tapi bagi Alan cintanya tidak memandang setatus ataupun pekerjaannya. Setelah sampai di dermaga morgan,Lucy,Dan juga Dr.Joe berpisah dengan Alan menggunakan 2 kendaraan yang menuju tempat berbeda, jika Alan akan menyusul sang ayah angkat untuk memastikan keselamatannya Dan juga menjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada ayahnya ketika transaksi yang dilakukan oleh ayahnya dan Nicolas tidak berjalan dengan lancar. Sedangkan Morgan,Lucy Dan Dr.Joe meastikan keselamatan Anisa sampai pada tempat yang aman yaitu kediaman nyonya Eliyana yaitu ibu kandung Alan dan Alkas sekaligus adalah kakak dan kembaran dari Ibu Anisa yaitu Elisa. Dan Morgan adalah pengawal khusus untuk mengawal anisa dan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada mereka dijalan maka Morgan siap melindungi nonanya Dan penumpang lain di Mobil yaitu Dr.Joe dan perawatnya yaitu Lucy. ...............****............... Gedung Tua Sesampainya Alan di gudang tua, tempat dimana dulunya gedung ini adalah gedung penyimpanan anggur. Dia disambut oleh salah satu pengawal pribadi sang ayah Hendara, Langkah Alan langsung menghampiri pria itu dengan segera. "Tuan besar sudah menunggu anda tuan Alan" "Bawa aku ketempat ayah Segera" "Baik" Kemudian langkah keduanya menuju ruangan khusus yang memang sudah di persiapkan jauh-jauh hari, Alan yang melihat ayahnya yang tampak memperlihatkan kecemasannya langsung berusuara ketika Hendra mendapati putranya telah sampai Dan menemuinya "Bagaimana keadaan Anisa, Al ?" Tanya mahendara dengan wajah yang tidak biasa. "Semuanya sudah dibereskan yah sesuai dengan rencana, Dan Anisa dalam perjalanan menuju rumah ibu,jadi kau tidak perlu camas lagi" ucap Alan yang menyakinkan ayahnya tapi belum mampu Alan menceritakan jika Anisa mengalami pelecehan seksual Dan di perkosa oleh Nicolas, namun entah kenapa Alan seperti melihat wajah tak bersahabat dari sang ayah yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya dan tampak tidak tenang sama sekali "Yah apakah ayah baik-baik saja ?" Tanya alan kembali "Aku baik,tapi Al,.....dengar aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti namun jika terjadi sesuatu padaku maka berjanjilah padaku bawa nisa pergi jauh dan tidak tersentuh dari lembah kegelapan kau dan Alkas beserta ibumu juga bawa pergi mereka bersama dan memulai hidup baru" "Lalu bagai mana dengan ayah ?" Sela Alan pada hendra "Kau tidak perlu cemas Dan bisnis ini harus tetap berjalan aku akan mewariskan padamu setengah Dan setengahnya untuk Alkas dan Anisa dia akan Ku warisi perusahan permata yang ada di Washington, di Washington kalian aman". Alan yang sedikit tidak mengerti dengan perkataan dan sikap ayahnya kemudian hanya mengangukkan kepalnya sambil mencerna kembali perkataan ayahnya itu. Berharap semuanya akan baik-baik saja dan semoga firasat yang di rasakan Alan tidak benar-benar terjadi jika mungkin saja nanti ada pertumpahan darah dan ayahnya tidak selamat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN