**Beberapa hari kemudian** Silaunya lampu kamar tidur membangunkan Dennis dari tidur lelapnya. Dia mendapati Tamara sudah tidak ada di sampingnya, melainkan sedang sibuk mengeluarkan beberapa buah pakaian dari dalam lemari dan memasukkannya ke dalam koper. Tamara sengaja bangun pagi untuk siap-siap, karena hari ini dia dan juga Dennis hendak berangkat ke Hotel Kenanga Bonanza guna stay cation selama dua hari satu malam. Sementara Dennis, karena dia laki-laki dan barang bawaannya tidak sebanyak Tamara, mau beres-beres nanti pun tidak akan jadi masalah. Dennis lalu duduk di ranjang dengan mata memicing. Disingkirkannya selimut tebal yang menutupi separo tubuhnya. “Jam berapa sekarang?” tanyanya. “Lima menit lagi jam enam pagi,” jawab Tamara. “Maaf, ya, sayang, tidurmu jadi terganggu. Aku

