“Apa? Kalian tidak salah mau berenang di kolam anak-anak? Memangnya tidak malu sama umur?” tanya Tamara sarkas. “Kalian berenang saja di kolam dewasa, aku juga tidak akan merasa terganggu kok. Lagipula seandainya aku melarang kalian, memangnya aku siapa? Pemilik hotel ini juga bukan.” Henry tersenyum lebar. “Aku tahu kalau kamu tidak akan merasa terganggu. Aku cuma bercanda, Tam-Tam. Dari dulu sifatmu yang pemarah ini memang tidak pernah berubah, ya,” guraunya, yang malah semakin membuat Tamara merasa dongkol. “Tam-Tam?” ucap Kalula bingung. “Nama panggilannya Tamara. Imut, kan?” jawab Henry. Tamara melayangkan tatapan tajamnya pada Henry. Kalau bukan karena ada Dennis dan Kalula, dia pasti sudah melempar bukunya ke wajah tampan Henry. “Mau berenang bersama? Kita adu siapa yang paling

