bc

Balas Dendam Istri Yang Tersakiti: TERLAHIR KEMBALI DAN MENIKAHI MUSUH SUAMIKU 

book_age18+
detail_authorizedDIIZINKAN
404
IKUTI
3.5K
BACA
billionaire
dark
one-night stand
HE
opposites attract
dominant
bxg
rebirth/reborn
like
intro-logo
Uraian

[PERINGATAN: CERITA INI MENGANDUNG KONTEN DEWASA TAPI TIDAK EKSPLISIT DAN BUKAN PORNOGRAFI.  NAMUN TETAP BIJAK MEMILIH BACAAN SESUAI USIA]

Dengan keinginan untuk membalas dendam terhadap mereka yang telah menghancurkan kepercayaannya dan menghancurkan hatinya. Setelah mengalami kecelakaan dan kembali ke masa lalu, Felicia mulai menyusun rencana untuk membuat keluarganya merasakan sakit yang sama seperti yang dialaminya.

Dia tidak membuang waktu dan melakukan langkah nekat dengan meminta bantuan pada seorang penggoda wanita yang terkenal dan seorang bujangan miliarder yang seksi, yaitu Damian Vladimir, untuk menjadikannya sebagai istri.

Seluruh keluarga Felicia membenci miliarder muda itu karena Damian adalah pesaing terbesar keluarga mereka dalam dunia bisnis, itulah alasan kenapa Felicia mendekatinya, karena Damian adalah pion yang sempurna untuk melancarkan aksi balas dendamnya.

Felicia sangat gembira ketika Damian menerima tawarannya, tetapi ada satu syarat yang Damian inginkan, Felicia harus memuaskan pria itu di ranjang, atau dia tidak akan menerima tawaran pernikahan itu sama sekali.

Balas dendam Felicia benar-benar bergantung pada one night stand ini.

Akankah Felicia dapat mencapai apa yang diinginkan Damian, yaitu memuaskannya? Mampukah dia membuat Damian terbuai padanya?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 Pengkhianatan
"Jangan bilang kamu sudah lelah? Kita baru saja memulai." Saingan bisnis ayahku menyeringai. "Biarkan aku istirahat sebentar, kumohon." Aku memohon sambil memejamkan mata dan berusaha mengatur napasku dari semua yang dilakukannya padaku. Itu benar-benar terjadi sekarang, dan tidak ada jalan untukku kembali. Pria yang kubenci di kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya, akan mengklaimku. Ya, benar, ini adalah kehidupan keduaku. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan misteri yang terjadi padaku, tetapi aku kembali ke usia dua puluh tahun setelah sebelumnya aku mati mengenaskan. Dan sejak aku terbangun dalam situasi ini, yang bisa kupikirkan hanyalah membuat orang-orang yang menyebabkan kematianku di kehidupan sebelumnya membayar semua perbuatan mereka, dan mereka yang kumaksud tidak lain adalah keluargaku dan mantan tunanganku yang tercela, Alec Thompson. Untuk melancarkan balas dendamku, aku butuh pria ini, pria yang ingin memilikiku sekarang. Damian Yvañez Vladimir, seorang maestro bisnis yang terkenal di industri pusat perbelanjaan di seluruh negeri dan di beberapa bagian Asia. Seorang bujangan berusia tiga puluh tiga tahun yang selalu menarik perhatian dan sangat dikenal karena reputasinya sebagai seorang playboy, asal kalian tahu, dia sudah banyak menghancurkan hati banyak wanita yang mencoba untuk memenangkan hatinya. Mereka—para wanita itu—semuanya gagal dan pergi dengan hati yang hancur saat mencoba menjinakkan bujangan terseksi di kota ini, lebih tepatnya di seluruh negeri. Oh ya, Damian merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, dan dia adalah satu-satunya anak Tuan dan Nyonya Vladimir yang belum menikah di antara saudara kandungnya. Reputasinya sebagai tukang goda wanita telah konsisten selama yang aku ingat. Namanya selalu menjadi berita utama gosip hangat setiap kali dia menghancurkan hati seseorang. Dia pernah menjalin hubungan dengan artis, model, atlet, dan putri politisi terkenal. Sejak aku masih muda, aku mendengar nama Damian di rumahku sebagai pesaing ayahku dalam dunia bisnis. Sejauh yang aku ingat, kemarahan ayahku terhadap Damian meningkat ketika Damian memenangkan tawaran untuk tanah komersial seluas 45 hektar yang sekarang menjadi salah satu cabang Majestic Centre. Cabang itulah yang menyebabkan mall milik ayahku di daerah itu bangkrut dan harus tutup. Belakangan ini, Damian memperluas kerajaan bisnisnya ke perhotelan, yang membuat ayahku, Agus Ortiz, semakin marah. Ah, ya. Aku lupa memperkenalkan diriku. Aku Felicia Romero-Ortiz, putri Agus Ortiz, seorang taipan bisnis yang kehilangan gelarnya sebagai orang terkaya di industri pusat perbelanjaan gara-gara Damian Vladimir, itulah alasan mengapa Ayah memiliki kebencian yang mendalam terhadap Damian. Ayahku tidak dapat menerima bahwa Damian, seorang pendatang baru, telah membayangi pengaruh keluarga Ortiz selama hampir enam dekade di bidang bisnis yang dipilihnya. Beberapa pusat perbelanjaan milik keluarga kami tutup karena mereka dibayangi oleh apa yang dibangun Damian, dan itu hanya dalam waktu tiga belas tahun. Bahkan, ayahku memerintahkan dengan tegas pada kami untuk tidak pernah berurusan atau berhubungan dengan keluarga Vladimir dan memperlakukan mereka sebagai musuh. Tampaknya sudah menjadi motto bagi keluarga kami, keluarga Ortiz, untuk menjatuhkan pengusaha muda itu. Walau sebenarnya ayahku tidak perlu mengingatkan itu padaku karena aku memang sudah membenci Damian Vladimir. Aku pernah bersamanya di acara amal, dan dia orang yang jahat! Jika saja di kehidupanku kali ini aku tidak membutuhkannya untuk membalas dendam, aku bahkan tidak akan ada pikiran untuk mendekatinya. Di kehidupan pertamaku, aku menikah dengan Alec. Bertahun-tahun menjalin hubungan pernikahan dengannya aku pikir kami adalah sepasang suami istri yang bahagia seperti yang disebut teman-teman kami. Selama delapan belas tahun pernikahan kami, aku pikir tidak ada yang bisa memisahkan kami. Namun semua itu hanyalah ilusi. Seluruh pernikahan kami adalah kebohongan. Karena pria yang kucintai, pria yang kupikir mencintaiku lebih dari apa pun di dunia ini, telah berselingkuh dengan saudara perempuanku bahkan sebelum kami menikah. Samantha Ortiz, dia bukan saudara kandungku, dia saudara tiriku, anak dari suami pertama ibu tiriku. Samantha, dia diadopsi oleh ayahku, karena itulah dia menyandang nama keluarga Ortiz. Kami tumbuh bersama, dan aku akui bahwa kami tidak akur sejak awal. Sejauh aku mengenalnya, aku mengerti mengapa dia sangat ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayahku. Itu karena dia tumbuh tanpa mengenal sosok ayah dalam hidupnya, jadi dia berusaha keras untuk membuat ayahku terkesan padanya. Dan keadaan menjadi lebih buruk ketika dia mulai meniru semua yang aku lakukan. Saat aku mulai belajar balet pada usia lima tahun, Samantha mengetahuinya, detik itu dia juga memohon untuk masuk ke sekolah balet. Kami berusia delapan tahun saat itu, dan ayahku langsung setuju, mengatakan bahwa itu akan membuat kami lebih dekat sebagai saudara kandung. Tentu saja, saat itu aku senang tentang hal tersebut, tetapi selama kelas balet, dia tidak pernah bergabung denganku. Dia sibuk berteman dengan orang lain, tapi sejujurnya itu tidak masalah bagiku karena saat itu aku ingin dia juga punya banyak teman. Sampai kemudian aku menyadari bahwa lingkaran pertemananku di balet perlahan menghilang, mereka menjadi teman Samantha. Saat itu, aku tidak terlalu memikirkannya, tetapi sekarang, setelah mengetahui kebusukannya, aku mulai berpikir bahwa mungkin saat itu dia dengan sengaja menyabotase semua teman-teman baletku. Aku juga kemudian menyadari bahwa Samantha selalu mendahuluiku dalam mengundang ayah kami ke pertunjukan balet, padahal sebelumnya kami sepakat untuk mengundangnya bersama-sama. Ayahku selalu memuji Samantha, meskipun padahal akulah yang menerima penghargaan sebagai balerina terbaik di angkatan kami. Setelah dua tahun, aku memutuskan untuk berhenti dari kelas balet dan mencari hobi lain, saat itulah aku mulai bermain tenis. Aku bermain tenis sepanjang sekolah menengah dan bahkan mengikuti kompetisi. Dan coba tebak apa yang terjadi, ya, tentu saja Samantha tiba-tiba juga ikut bergabung dengan klub tenis wanita selama tahun-tahun di sekolah menengah kami, dan, ya, aku tidak perlu memberi tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku berhenti ketika kami masih di tahun terakhir karena aku mulai merasakan betapa menyebalkannya Samantha. Baik di sekolah maupun di rumah, dia menyebalkan, meskipun aku tidak pernah terlalu memikirkannya. Selama masa-masa itu, Samantha telah menguasai cara untuk menarik perhatian ayahku, dan jangan salah paham, sebenarnya aku sangat dekat dengan ayahku, tapi itu sebelum Ayah menikah lagi dan membawa Tante Gina beserta putrinya, yaitu Samantha, ke rumah kami. Sejak saat itu, setiap kali aku hendak berbicara dengan Ayah tentang hariku di sekolah ataupun di tempat les, Samantha pasti akan menyela dan aku tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara. Aku akui Samantha sangat pandai mencari perhatian. Namun dalam hal nilai, aku selalu dapat mengungguli dia, meskipun Samantha berusaha meniru hobi dan minatku, tapi dia tidak pernah bisa menandingi keunggulan akademisku. Aku bahkan lulus sebagai yang terbaik di kelasku di sekolah menengah dan perguruan tinggi. Aku masih ingat bagaimana dia memandangku dengan jijik dan penuh kebencian ketika ayahku membuat pesta perayaan karena aku berhasil lulus dengan nilai yang sangat baik. Sekitar tahun terakhir kuliah, aku bertemu Alec Thompson di salah satu acara amal yang diselenggarakan Tante Gina, dan selama makan malam pribadi kami, ayahku dan ayah Alec mengumumkan rencana mereka yang menginginkan kami berdua bertunangan. Saat itu aku sangat gembira, karena sejujurnya aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Alec, dan selama itu aku mengira Alec juga merasakan hal yang sama terhadapku. Tapi, bodohnya aku tidak menyadari bahwa selama makan malam itu, aku melihat Samantha mencuri pandang ke arah Alec beberapa kali, tetapi saat itu aku tidak terlalu memperhatikannya karena di kehidupanku sebelumnya aku benar-benar yakin bahwa Alec sangat mencintaiku. Tapi aku salah besar. Aku masih ingat dengan jelas apa yang dikatakan Samantha saat di kehidupanku sebelumnya. "Dia tidak pernah mencintaimu!" teriak Samantha kepadaku saat itu. Saat di mana aku memergoki mereka berselingkuh, saat aku mengetahui bahwa selama bertahun-tahun mereka telah menipuku. Aku merasakan hatiku hancur berkeping-keping saat telingaku dengan sangat gamblang mendengar kata-kata itu. "Benarkah itu, Alec?" Aku menoleh ke arah suamiku, pipinya memerah karena tamparanku. "Maafkan aku, Fel. Aku sudah berusaha mencintaimu. Aku benar-benar berusaha, tetapi tidak berhasil. Ayah hanya ingin kita menikah demi bisnisnya dengan Paman Agus." Saat itu, rasanya mereka membunuhku karena rasa sakit yang luar biasa aku rasakan atas apa yang mereka lakukan padaku. "Papa!" Jason, putra Samantha, memeluk Alec, dia tampak terkejut melihatku di kondominium ibunya. "Papa?" ulangku. "Ya, Felicia. Sudah saatnya kau tahu kebenarannya. Jason adalah putranya Alec. Aku tahu ini sulit, tapi kau harus tahu bahwa dia adalah hasil one night stand kami. Kau harus menerimanya, Felicia, Jason adalah anak kami!" Air mataku mengalir deras saat mendengar apa yang dikatakan Samantha barusan. Sekarang aku paham, jadi ini sebabnya selama delapan belas tahun pernikahan kami, Alec tampak tidak tertarik untuk membangun keluarga yang harmonis denganku. Dan kalau saja bukan karena kecurigaan ayahku, kami tidak akan mencoba untuk memiliki anak setelah lima tahun menikah. Dia selalu punya alasan, mengatakan bahwa dia sedang menabung uang meskipun padahal penghasilan kami berdua stabil karena kami berdua bekerja untuk perusahaan keluarga kami. Aku akhirnya mengerti mengapa saat aku mengalami tiga kali keguguran, dia tampak acuh tak acuh. Aku pikir kami hanya memiliki cara yang berbeda untuk berduka. Jadi aku membiarkan dia menyibukkan dirinya dalam pekerjaan dan selalu bekerja lembur sampai jarang pulang ke rumah. Tanpa aku sadari, selama itu dia sebenarnya pulang ke rumah wanita lain. Dan Jason sudah berusia dua belas tahun, itu berarti bahwa selama masa-masa kami mencoba untuk memiliki anak, dia juga mencoba untuk memulai keluarga kecilnya dengan Samantha. "Semua perbuatan kalian, aku pastikan akan sampai ke telinga Ayah dan Tuan Thompson!" kataku pada mereka. "Lakukan saja, Felicia!" Samantha menantangku, masih dengan keberaniannya seperti biasa. "Karena itu hanya akan sia-sia. Asal kau tahu, ah, sebenarnya aku takut kau akan terkejut, tapi aku harus memberitahumu bahwa Ayah dan Tuan Thompson mendukung hubungan kami." Katanya tanpa rasa bersalah. Aku menatap Alec dan Samantha bergantian. Aku tidak percaya ini! Bagaimana mereka bisa melakukan ini padaku? Untuk memastikan perkataan Samantha, aku buru-buru pergi menemui Ayah di rumah. Saat mengemudi, aku teringat kejadian-kejadian tahun lalu. Jadi ini sebabnya setiap kali Alec melakukan perjalanan bisnis ke luar kota atau ke luar negeri, kebetulan Samantha juga ada di sana untuk jalan-jalan. Aku tidak terlalu memikirkannya saat itu karena Samantha selalu bersama teman-temannya, dan dia selalu mengunggah foto-fotonya di tempat-tempat itu bersama teman-temannya, tetapi sekarang masuk akal. Mungkin mereka diam-diam bertemu di sana dan melakukan segala macam pengkhianatan di belakangku. Aku menghentikan mobil beberapa kali, mataku kabur karena air mata yang tak kunjung berhenti mengalir. Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai di rumah Ayah, yang seharusnya hanya ditempuh dalam waktu lima belas menit. Ayah adalah harapan terakhirku untuk mengatakan bahwa semua ini hanyalah lelucon yang mengerikan. Namun, saat aku menemuinya, aku mendapatkan kata-kata yang keluar dari mulut ayahku sendiri sangat menusuk hatiku. "Salahmu sendiri, meskipun kalian sudah bersama selama bertahun-tahun, kau tidak bisa membuat suamimu mencintaimu!" hardiknya. Dia tidak pernah membentakku seperti ini, dan sikapnya itu menambah rasa sakit yang kurasakan. "Sayang, tenanglah." Tante Gina mencoba menghentikannya, tetapi aku dapat melihat seringai di bibir wanita itu. "Jadi selama ini Ayah tahu? Ayah tahu bahwa Alec dan Samantha punya anak, tapi Ayah merahasiakannya dariku? Kenapa? Ayah membuatku terlihat seperti orang bodoh selama ini. Selama ini aku bahkan selalu sibuk mempersiapkan ulang tahun Jason, membelikannya hadiah, dan mengasuhnya juga. Tapi ternyata dia adalah anak haram dari suamiku yang selingkuh dengan wanita p*****r itu?" Aku berteriak pada mereka. "Hei, putriku bukan seorang p*****r!" kata Gina. "Kau harus sadar diri, Felicia. Suamimu memang tidak mencintaimu sejak awal!" tegasnya. Aku hendak membalas perkataannya dengan berteriak, tetapi Ayah menengahi. Ia meminta istrinya pergi agar kami bisa bicara berdua saja. "Kau tahu kan satu-satunya putra Tuan Thompson adalah Alec? Tuan Thompson sangat menyayanginya. Dia ingin punya cucu darinya, tetapi kau gagal memberinya itu! Kau bahkan tidak bisa melakukan itu, Felica." Ayah menyalahkanku. "Teganya Ayah berkata begitu padaku. Aku ini putri kandungmu.” Air mata mengalir di wajahku. Padahal Ayah tahu kalau aku telah kehilangan tiga bayi selama pernikahanku. Alec dan aku sudah berusaha. Jadi mengapa dia menyalahkanku? Tidakkah dia tahu betapa aku menderita selama keguguran ketigaku, dan ketika dokter mengatakan bahwa aku mungkin tidak bisa punya anak lagi? Aku jatuh ke dalam depresi berat, dan alih-alih menghiburku, suamiku malah berada di tempat lain, bersama saudara tiri perempuanku dan anak mereka? Aku dan Ayah masih bersikeras saling berdebat, bertukar kata-kata menyakitkan satu sama lain, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pergi karena aku menyadari bahwa Ayah tidak berpihak kepadaku. Lagi pula, jika memang dia ada di pihakku, dia tidak akan menyembunyikan perselingkuhan Alec dariku. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin orang yang berselingkuh memang akan berpihak kepada orang yang juga melakukan perselingkuhan. Ya, ayahku juga berselingkuh dari Ibu, dan yang terburuk, ketika Ibu berjuang melawan kankernya, ternyata Ayah sibuk dengan wanita lain. "Untung saja obat aborsi itu diberikan padanya sebelum bayinya lahir." Aku terpaku di tempat saat mendengar perkataan Tante Gina barusan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.0K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook