Tatapan Gista tak pernah teralihkan, rasa sedihnya begitu besar melihat dua orang yang sangat ia sayang terbaring tak sadarkan diri. Walaupun dia seorang dokter dan tahu tentang keadaan suami dan anaknya saat ini yang sudah mulai membaik, tapi tetap saja kekhawatirannya muncul karena dia seorang ibu dan isteri. Dokter telah memberitahukan Gista tentang keadaan Akbar yang juga dipacu karena dia kelelahan. Gista pun tahu kalau suaminya itu akhir-akhir ini memang sibuk mengurusi berbagai masalah di beberapa perusahaannya. Saat ini Gista ditemani kedua orang tuanya menjaga Akbar dan Dania. Gista memang sengaja menaruh Akbar dan Dania dalam satu ruangan, agar memudahkannya untuk menjaga dan merawat mereka. “ Gis mama udah bawain kamu makanan sayang, dimakan dulu nanti tambah lagi yang berbar

