Setelah pertengkarannya dengan Akbar, mamanya langsung menghampiri dirinya yang masih menangisi kisahnya. “ Gista ada apa sih dengan kalian, kenapa keadaan semakin memburuk bukannya membaik.” Tanya mamanya yang merasa sedih melihat kehidupan anaknya. Dan Gista saat ini menangis dalam pelukan mamanya. “ Papa ngga tahu lagi harus bagaimana, melihat kondisi kalian seperti ini. Kita pun ngga bisa membantu apapun kalau kamu dan Akbar sendiri sudah seperti ini.” Papanya ikut terlihat bingung melihat keadaan anak-anaknya. “ Sebaiknya kita biarkan Gista sendiri, agar dia dan Akbar sama-sama bisa menenangkan diri dan saling mengintropeksi.” Papa langsung menarik tangan isterinya untuk meninggalkan Gista seorang diri. Merasa dirinya sudah sedikit tenang dia kembali ke kamar putrinya, karena Gis

