33 | One School

2439 Kata

“Kamu kenapa?” tanya Ajeng karena melihat wajah Vino yang terlihat kusut. Vino menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. “Cinta marah sama aku, Jeng.” “Marah?” Vino mengangguk lesu. “Boleh aku cerita sama kamu?” Ajeng balas mengangguk tanpa masalah. “Tapi sebelumnya kamu mau minum apa? Aku sampai lupa kasih kamu minum.” “Nggak usah ngerepotin, Jeng. Aku cuma sebentar kok. Mau mastiin kalau kamu baik-baik aja.” “Bukan karena ingin cerita masalahmu dengan Cinta?” Vino menatap Ajeng lurus. Sudut bibirnya tertarik sedikit, membentuk senyum tipis. “Kamu bener,” jawabnya jujur. Selain karena ingin bertemu Ajeng, ia ingin berkonsultasi tentang sahabatnya. Karena Ajeng dan Cinta sama-sama makhluk yang diciptakan dengan mengutamakan perasaan, Vino ingin tahu di mana letak kesalahannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN