Bastian menatap dirinya melalui pantulan cermin motornya. Ia menyisir rambut sampingnya dengan jari-jari di tangan kanannya. Memastikan penampilannya hari ini sempurna untuk hari pertama masuk sekolah baru. Ia turun dari motornya dan menatap parkiran sekolah SMA Angkasa dengan hati-hati. Kedua sudut bibirnya terangkat dan tersenyum aneh. Dirinya seolah merasa puas bisa berdiri tegap di sana. Bastian melangkah perlahan menjauh dari parkiran. Dirinya berbelok menuju koridor sekolah. Ia segera menuju ke lantai dua untuk menuju kelasnya. Ia benar-benar merasa penasaran akan seperti apa teman satu kelasnya nanti. Dan ia juga penasaran akankah takdir mempertemukannya dengan Dewa atau tidak? Langkah kaki Bastian berhenti tepat di balik dinding yang menghubungkan koridor dengan tangga. Ia mengi

