Dewa diam tak berkutik menatap bundanya Cinta yang terus melayangkan tatapan padanya. Tatapan serius wanita itu membuat Dewa merasa enggan dan sungkan. “Maaf, Bun. Semalam aku nggak sadar kalau ketiduran di sini. Aku bener-bener minta maaf karena terus merepotkan.” “Sudah lama Bunda mau tanya sama kamu, ada hubungan apa kamu sebenarnya dengan Chintya?” “Oh, itu … anu, Bun … kita …” “Kemarin kamu bertengkar dengan siapa?” “Bertengkar?” Kening Dewa langsung berkerut bingung. Pertanyaan sebelumnya saja ia sulit menjelsakan, dan ini pertanyaan baru yang membuatnya jadi lebih sulit menjawab. “Oh, nggak, Bun. Ini kemarin karena jatuh dari motor.” “Apa orang tua kamu tidak nyariin kamu karena tidak pulang ke rumah?” Dewa tersenyum tipis. “Tidak akan ada yang mencari saya. Mama sudah men

