Pindah

981 Kata

"Jangan di gigit lagi!" "Iya, iya, gak lagi. Ini kulit kepalaku nyut-nyut." Sashi ikut meringis karena tadi memang tangannya refleks menjambak rambut Andreas cukup kuat. Habisnya lelaki itu juga salah. Sudah dilarang masih saja diabaikan. "Maaf," ujar Sashi sambil mengusap lembut kulit kepala Andreas dengan jari-jarinya. "Dimaafin," balas Andreas dan kembali menyumpal mulutnya dengan dua bukit kenyal milik Sashi. "Jangan lama-lama. Aku mau siap-siap pergi sama Kak El dan Mami kamu." "Iya, Sayang." Andreas seperti bayi yang sudah seminggu tidak menyusu. Sashi kadang suka heran, apa sih enaknya dari mengemut dua bukit itu? Padahal tidak ada air yang keluar. Sashi sejak tadi sesekali memperhatikan jam di dinding kamar. Menghitung berapa lama Andreas tahan untuk bermain di dadanya. Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN