Sashi tahu kalau hari ini ada kuliah pagi, tapi perempuan itu sedang merasa malas untuk ke kampus. Sashi juga sudah membuka mata sejak 15 menit lalu. Yang dia lakukan hanya menatap langit-langit kamar dengan telunjuk dan jempol yang memutar-mutar cincin di jari manisnya. Sesekali Sashi menghela napas dan berkedip agar apa yang membayang di benaknya segera hilang. Sashi bukannya tidak percaya pada Andreas. Sashi sangat mempercayai lelaki itu. Hanya saja Sashi takut apakah Donita akan luluh dengan mudah dan segera memberi mereka restu? "Dek?" Sashi mengerjap saat mendengar ketukan di pintu kamarnya dan suara Elsha memanggil dari luar. "Ya, Kak?" "Ada Andreas di depan." Sashi segera duduk di atas ranjang dan menghela napas. Andreas pasti menjemputnya untuk ke kampus bersama. Sashi lupa

