Suara gedoran pintu membuatku refleks terbangun. Suaranya sangat kencang dan seolah kaya mau merubuhkan rumah gubuk ini. Jia yang ada di sampingku, juga ikut terbangun karena dia tidur sambil memelukku. Aku takut banget, apalagi ini hutan belantara dan gak ada lagi rumah selain rumah nenek. Gimana kalau yang ngetuk itu adalah orang jahat? Jia ngebangunin nenek, tadinya mau ku larang karena takut ganggu. Tapi nenek udah lebih dulu bangun dan nanya ada apa. Pertanyaan nenek dibalas dengan jari telunjuk sang cucu yang mengarah ke pintu. Bunyi ketukan kencang yang sanggup buat ngerubuhin rumah ini, sekarang kembali terdengar. Nenek mengubah posisi menjadi duduk, kemudian perlahan berdiri dan dengan tergopoh-gopoh berjalan membuka pintu. Mau kukatakan supaya jangan dibuka, tapi nenek udah le

