Gak tau kenapa, dari tadi pagi tuh perut aku kaya agak mulas-mulas gimana gitu. Aku udah bolak-balik ke kamar mandi sejak jam lima pagi, tapi gak BAB sama sekali. Padahal hari ini tuh hari spesial pernikahan Mba Yeni dan aku mau datang ke sana. “Kalau masih sakit gak perlu pergi ke sana, kita ke rumah sakit aja,” ucap Darren padaku yang lagi sibuk make up. Pasti dia dengar suara hatiku deh yang sesekali meringis menahan rasa mulas di perut. “Enggak kok, saya udah gak kenapa-napa,” jawabku yang hari ini pakai dress warna merah muda yang tampak cantik dan elegan. Darren masih berdiri di belakangku dengan kedua tangan terlipat ke d**a dan menatapku serius, bisa kulihat dari pantulan cermin. Aku tau, dia pasti gak mau dibantah. Aku menaruh lipstik merahku ke dalam tas kecil yang akan kubaw

