Bab 83 - Selamat Tinggal, Masa Lalu

2480 Kata

“Kamu itu dari tadi ngapain sih? Sibuk sendiri, nyuekin saya.” “Ssstt, diem dulu!” Bukan Darren namanya kalau dia mau nurut. Buktinya bukan ngejauh, dia yang awalnya lagi menyandar di ranjang dan udah selesai sama pekerjaannya—bahkan di hari libur pun dia masih ngurusin kerjaan—sekarang kembali ganggu aku. Darren mendekat dan memelukku dari belakang, menaruh dagu di bahuku yang tertutup pakaian ibu hamil dan ikut menatap layar ponsel karena mau tau apa yang membuatku ikutan sibuk sampai-sampai mengabaikan dia. “Saya lagi cari model dress yang cocok buat jahit bahan dari Mba Yeni, kamu suka yang mana?” Aku menyodorkan ponselku ke arah kanan, lebih dekat supaya Darren bisa lihat lebih jelas. Lelaki yang masih memelukku, menggunakan satu tangannya untuk mengusap-usap perutku yang makin be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN