Tiga hari kemudian... "Lo sama Raina gak putus! Lo bohongin gue Len!" teriak Irene sambil memukul d**a Alen. "Gue nyesel udah percaya sama lo! Seharusnya dari dulu Raina udah ditangkep sama pesuruhnya Daddy!" "Kenapa lo malah lindungin dia?!" "Karena dia pacar gue, dan gue nggak mungkin ngelepasin Raina gitu aja buat bokap lo." Alen berujar dingin. Mata Irene menatap mata Alen dengan kilatan kemarahan, ternyata selama ini dirinya telah ditipu daya oleh Alen. "Lo gak boleh sama Raina! Raina itu cewek penyakitan! Lo harus sama gue! Gak boleh sama yang lain!" teriak Irene mencak-mencak, suaranya menggema diseluruh ruangan. Pandangan Alen seketika berubah menjadi menusuk ketika Irene berucap seperti itu. "Sebentar lagi palingan Raina bakalan mati! Mau sama siapa lo kalau gak sama gue?!

