Dua Puluh Tujuh

1627 Kata

Kaki jenjangnya itu bergerak lincah, berlari kecil menyusuri koridor sekolahnya. Dengan tassampingnya, Alfi berlari mengejar Reza yang berjalan menuju kelasnya. "Lo nge-fans yah sama gue? Tadi berangkat sekolah udah nebeng, sekarang ngikutin gue!" Reza menengok pada Alfi yang telah berada di sebelahnya. "Pede lo ahh! Gue mau ikut ke kelas lo. Pasti si Satheo gak ada di kelas nih!" "Sok tau lo! Emang lo siapanya eyang subur hah?" "Calon istri ke-10! Puas?!" jawab Alfi asal. Reza terkekeh pelan. "Nih ya, Satheo kan baru jadian, pasti nyamperin ceweknya lah! Wulan kan sekelas sama elo! Gue kan mau gangguin." Alfi tersenyum jail. Rambut yang di biarkan terurai itu bergerak seiring ia berjalan, semakin mempercantik wajahnya. Reza terdiam memandang Alfi. Matanya seakan teduh saat memandang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN